Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Polisi Agendakan Pemeriksaan Eggi Sudjana Sebagai Tersangka Makar Senin Depan

Aisyah Isyana - 09/05/2019 12:17

Beritacenter.COM - Pengacara Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya. Eggi ditetapkan sebagai tersangka terkait pernyataannya soal 'People Power'. Rencananya, Eggi dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pada pekan depan.

"Iya agenda pemeriksaannya Senin (13/5/2019)," kata Kabid Humas Polda metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (9/5/2019).

Baca juga :

Sebagaimana menurut surat panggilan yang beredar, Eggi rencananya akan diperiksa di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (13/5). Dalam surat panggilan itu, Eggi diminta hadir untuk memberikan keterangan sebagai tersangka dalam dugaan makar.

Tertera dalam surat itu, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu kabar yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Argo mengatakan, peningkatan status tersangka terhadap Eggi dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara, Rabu (8/5) kemarin. Dalam gelar perkara itu, penyidik menyatakan bahwa laporan terhadap Eggi memenuhi unsur pidana.

"Iya tentunya memenuhi unsur pidana sehingga yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka," imbuh Argo.

Untuk diketahui, Eggi Sudjana dilaporkan oleh caleg PDIP S Dewi Ambarawati alas Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar. Pelaporan terhadap Eggi dilakukan usai beredarnya video dimana Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Tak hanya itu, Eggi juga dilaporkan oleh relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), Supriyanto, ke Bareskrim Polri, Jum'at (19/4). Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA