Saturday, 21 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Detik-detik "Koalisi Kardus Akan Hancur" Demokrat-Gerindra Saling Serang

Indah Pratiwi Budi - 08/05/2019 13:30

Beritacenter.COM - Koalisi Prabowo yang pecah di 2014 akan terulang kembali di 2019. Meski saat ini Partai Demokrat masih berada di garis koalisi Prabowo-Sandi. Dan akan terus mengawal rekapitulasi bersama koalisi Indonesia Adil Makmur, namun ketidakcocokan kedua partai itu semakin terlihat jelas.

Dua hal menjadi sorotan Gerindra yang menimbulkan keksiruhan antara Demokrat dengan Gerindra. Hal itu diawali dengan pertemuan Ketua Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widoo di Sitanan Negara beberapa waktu lalu.

Kemudian, pernyataan politikus PD, Andi Arief terkait koalisi bukan fusi. Demokrat pun bebas menentukan sikap politiknya.

Teranyar yang sangat menohok yakni Setan Gundul merasuki Gerindra yang terpaksa membuat Demokrat harus bersikap.

Partai Gerindra bicara menaggapi mengenai etika politik kepada Partai Demokrat yang membuka komunikasi dengan capres Jokowi. PD pun menjawab tegas dan meminta Gerindra tak perlu mengkhawatirkan paham etika Demokrat.

“Jadi persoalan etika segala macam kita pahamlah, Partai Demokrat ini partai yang sudah cukup seniorlah di Indonesia,” ujar Ketua DPP PD, Jansen Sitindaon saat dihubungi, Senin (6/5/2019).

Jansen kemudian mengungkit terkait pertemuan Ketua Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dia menegaskan persoalan pertemuan itu sama sekali tidak membicarakan koalisi. Dia mengatakan AHY hanya datang memenuhi undangan Presiden Jokowi di Istana.

Dia juga menjelaskan pernyataan politikus PD, Andi Arief terkait koalisi bukan fusi itu benar. Jansen pun mengingatkan seusai 22 Mei pasca KPU menetapkan presiden-wapres terpilih, partai kembali menjadi bebas dan tidak membentuk koalisi lagi.

“Pernyataan koalisi bukan fusi partai kan benar, memang koalisi itu bukan fusi partai, itu kan kerjasama sementara atau kerjasama ad hoc, makanya saya katakan pasca tanggal 22 besok seluruh partai itu kembali menjadi bebas, bukan hanya partai di BPN saja, termasuk partai di TKN yang ada di kubu Pak Jokowi itu kembali menjadi bebas, bebas untuk menentukan arah sikap, pilihan, dan kebijakan politiknya,” katanya.

Ketegangan Gerindra dan Demokrat hingga saling sindir menunjukkan adanya kekisruhan koalisi BP. Hal ini semakin mendekatkan Prabowo-Sandi kepada kekalahan.

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengingatkan PD soal etika. Andre meminta PD berkomunikasi dengan koalisi saat ini, yaitu Koalisi Indonesia Adil Makmur. Dia juga mengungkapkan itu dengan mencontohkan suatu peribahasa.

“Kalau ada yang ingin pindah (koalisi) itu hak mereka. Tapi dalam etika politik tentu harus ada komunikasi terdahulu kepada koalisi. Sesuai dengan peribahasa, ‘Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung’. Kita memulai dengan baik-baik tentu mengakhiri dengan baik-baik pula,” ucap Andre kepada wartawan, Minggu (5/5).




Berita Lainnya

Sah Revisi UU KPK, Istana: Ini Sudah Final

17/09/2019 15:29 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA