Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

KPU soal Ribuan C1 di Menteng Menangkan Prabowo: Palsu Jika Beda dengan Situng

Tinggal disandingkan antara C1 yang tertera dalam Situng dengan C1 janggal. Apabila terdapat perbedaan, maka dapat disimpulkan bahwa C1 janggal tersebut adalah palsu

Aisyah Isyana - 07/05/2019 15:21

Beritacenter.COM - Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, berbicara prihal kemungkinan temuan ribuan C1 Kabupaten Boyolali di Menteng, Jakarta Pusat, diduga palsu. Menurutnya, C1 itu bisa disebut palsu jika data perhitungan suara tak sesuai dengan data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU.

"Tinggal disandingkan antara C1 yang tertera dalam Situng dengan C1 janggal. Apabila terdapat perbedaan, maka dapat disimpulkan bahwa C1 janggal tersebut adalah palsu," kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5/2019).

Baca juga :

Wahyu mengakatakan, KPU saat ini masih menunggu hasil investiasi yang tengah dilakukan Bawaslu untuk memastikan keaslian salinan C1 tersebut. Kendati begitu, Wahyu memastikan jika Situng dapat menjadi rujukan data resmi KPU, jika ada kejaggalan dokumen seperti yang ditemukan di Menteng.

"Situng selain merupakan bentuk transparansi hasil pemilu, juga bermanfaat sebagai rujukan apabila ditemukan dokumen C1 yang janggal," ucapnya.

Sebagaiaman diketahui, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, dua kardus form C1 itu ditemukan oleh Polres Jakarta Pusat saat tengah melakukan operasi lalu lintas di Menteng pada Sabtu (4/5/2019) lalu.

"Kejadian sekitar 10.30 WIB, pas dibuka ada dua kardus yang ada tulisan C1 Kabupaten Boyolali kemudian Polres Jakpus mereka berkoordinasi dengan Bawaslu Jakpus karena wilayah pemilu ya lalu Bawaslu Jakpus koordinasi ke kami," ujar Puadi kepada wartawan, Senin (6/5).

Menurutnya, Bawaslu masih belum bisa memastikan apakah form C1 tersebut asli atau hanya salinan. Pihaknya masih dalam proses investigasi dan penelusuran lebih lanjut. Kendati begitu, Bawaslu Jakpus mengungkap jika C1 itu menguntungkan pasangan Prabowo-Sandi.

"Menguntungkan 02. Karena kita lihat C1 di kardus putih itu kita cek di situ, kita cek di situs KPU, beda. Terbalik balik," jelas Kordinator Divisi SDM Bawaslu Jakarta Pusat, Roy Sofia Patra Sinaga Senin (6/5).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA