Thursday, 27 Jun 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Dinilai Terlalu Mahal Tarif Ojol Akan Dievaluasi

Indah Pratiwi - 06/05/2019 06:40

Beritacenter.COM - Keluhan masyarakat mengenai diterapkannya aturan tarif jasa ojek online yang dinilai terlalu mahal langsung mendapat respon dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, sepekan ini pihaknya akan mengevaluasi kondisi yang terjadi di lapangan setelah aturan tarif itu diterapkan.

“Karena itu, sementara ini saya hanya tetapkan di lima kota dulu. Sepekan setelah itu akan kita evaluasi,” ujar Menhub Budi Karya, Minggu(6/5/2019).

Kemenhub akan membuat survei yang lebih komprehensif, baik di masyarakat maupun para pengemudi ojek daring agar diperoleh harga yang sesuai. Dijelaskan Menhub, pada dasarnya sebelum ditetapkan aturan ini karena Kementerian Perhubungan telah mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak berkepentingan untuk mengetahui tarif yang sesuai agar tidak membebankan konsumen.

“Saat saya menetapkan itu didasarkan oleh perwakilan-perwakilan, perwakilan konsumen, perwakilan pengemudi, perwakilan operator, semuanya ada ini adalah hasil dari perjumpaan kepentingan, dengan dasar itu kita petakan,” katanya.

Sebelumnya, Kemenhub telah memberlakukan pada 1 Mei 2019 peraturan terkait ojek daring termasuk tata cara dan penerapan biaya jasa di lima kota yang mewakili tiga zona, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Penentuan lima kota tersebut merupakan upaya mitigasi risiko dan mitigasi manajemen dalam penerapan regulasi.

 




Berita Lainnya

Peluang BI Turunkan Suku Bunga

18/06/2019 13:27 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA