Sunday, 22 Sep 2019
Temukan Kami di :
Keuangan

Transparan Dana Kampanye, TKN Tidak Ada Bagi-Bagi Proyek Setelah Jokowi Sah Jadi Presiden

Indah Pratiwi Budi - 03/05/2019 19:30

Beritacenter.COM - Meskipun penyumbang dana kampanye terbanyak untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin berasal dari korporasi dan kelompok-kelompok pengusaha, namun Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Sakti Wahyu Trenggono menyebut tidak ada bagi-bagi proyek dalam pemerintahan Jokowi periode kedua nanti.

"Kalau ada yang mau main di situ, ya asal berani ditangkap KPK. Sekarang udah nggak jaman kali korupsi. Tapi kalo kebijakan, yes, pasti itu yang diminta," ungkap Trenggono saat ditemui di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).

Trenggono mengatakan, banyaknya sumbangan dana kampanye yang mengalir dari kantong para pengusaha kepada paslon 01 karena mereka merasa puas dengan berbagai kebijakan Jokowi-Jusuf Kalla selama 4,5 tahun ini. Untuk lima tahun ke depan, para pengusaha itu berharap pemerintah dapat menciptakan ekosistem yany baik khususnya bagi bisnis mereka.

Hal itu, kata Trenggono, sedikit banyak akan mempengaruhi kebijakan, namun dalam artian yang positif. "Ya pasti dong (mempengaruhi kebijakan). Tapi memengaruhi dalam arti positif, untuk kemajuan rakyat suapaya bisa hebat. Kan ke depan Pak Jokowi ingin konsentrasi ke SDM. Wah itu kan sesuatu harapan," katanya

Dana kampanye yang didapatkan oleh paslon 01 memang diketahui dari berbagai sumber seperti partai politik sebesar Rp 79 miliar dan sumbangan perorangan Rp 21 miliar. Lalu ada atas nama kelompok dan badan usaha non-pemerintah. Dua kategori terakhir ini, diakui Trenggono, sebagai penyumbang terbesar.

Sebanyak 40 perusahaan, yang menurut Trenggono salah satunya adalah PT Rakabu Sejahtera perusahaan milik Jokowi yang kini dipimpin kedua anaknya, Gibran Rakabuming, dan Kaesang Pangarep, turut andil menyumbang. Total sumbangan dari perusahaan terkumpul Rp 253 miliar. Namun, secara pribadi, Jokowi dan Ma'ruf Amin tidak menyumbang sama sekali sekali.

Adapun 17 penyumbang atas nama kelompok, menyumbang sebesar Rp 251 miliar. Kelompok ini pun menurut Trenggono digawangi oleh para pengusaha. Di antaranya ada dua kelompok olahraga dengan nama PT Tower Bersama Infrastructure Grup Tbk dan Teknologi Riset Global Investama.

"(Kelompok) lebih kepada nama saja. Misal saya mau nyumbang, misal kelompok pengusaha Jawa Timur, ada kelompok pengusaha macem-macemlah. Mereka gabung jadi semacam asosiasi atau paguyuban gitu. Gabung jadi satu dan disumbangkan," ungkapnya.




Berita Lainnya

BI Turunkan Bunga KPR dan Kendaraan

19/09/2019 19:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA