Saturday, 15 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Total Hingga Rp513 Juta, Ini Barang-barang Mewah 'DP Teknis' Suap Bupati Talaud

Aisyah Isyana - 30/04/2019 23:43

Beritacenter.COM - Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan suap proyek di Kabupaten Talaud. Sri selaku Bupati Talaud diduga meminta dicarikan kontraktor kepada Benhur Lalenoh dan meminta fee 10 persen untuk setiap proyek.

"Tim KPK mendapatkan informasi adanya permintaan fee 10 persen dari Bupati melalui BNL sebagai orang kepercayaan Bupati kepada kontraktor untuk mendapatkan proyek pekerjaan di Kabupaten Talaud," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Baca juga :

Melalui Benhur, Sri akhirnya dikenalkan kepada seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo (BHK), untuk akhirnya ditawarkan beberapa proyek.

"Sebagai bagian dari fee 10 persen tersebut, BNL meminta BHK memberikan barang-barang mewah kepada SWM Bupati Talaud," ujar Basaria.

Benhur pertama kali mengenalkan Bernard kepada Bupati Sri Wahyumi pada pertengahan April lalu. Bernard bahkan beberapa hari lalu diminta mengikuti kegiatan Bupati Sri Wahyumi di Jakarta.

Sementara prihal fee 10 persen per-proyeknya untuk Bupati Sri Wahymi, jelas Basaria, diberikan Bernard dengan membelikan barang-barang mewah sebagai imbalan.

"Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dengan dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo," kata Basaria.

Tak hanya dua proyek itu, diduga masih ada proyek-proyek lain yang dibicarakan Bhur sebagai orang kepercayaan Sri Wahyumi. Basaria mengatakan, kode fee yang digunakan dalam kasus ini disebut 'DP teknis'.

KPK menyita sejumlah barang mewah dalam kasus ini, yakni mulai dari tas, jam tangan, hingga perhiasan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Barang-barang itu diduga sebagai pemberian suap untuk Sri dari pengusaha.

"Barang bukti yang diamankan bernilai sekitar Rp 513.855.000," ujar Basaria.

Adapun rincian barang dengan total nilai Rp 513 juta itu terdiri atas :
- Tas tangan Chanel senilai Rp 97.360.000;
- Tas Balenciaga senilai Rp 32.995.000;
- Jam tangan Rolex senilai Rp 224.500.000;
- Anting berlian Adelle Rp 32.075.000;
- Cincin berlian Adelle Rp 76.925.000; dan
- Uang tunai Rp 50 juta.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini yakni, Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai Bupati Talaud, Benhur Lalenoh sebagai anggota tim sukses Bupati, dan Bernard Hanafi Kalalo sebagai pengusaha.

Bupati Talaud Sri dan Benhur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Bernard dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.




Berita Lainnya

Akhir Pekan, Prediksi Cuaca di Jakarta

15/08/2020 07:01 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA