Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

PAN Mulai Mundur dari Barisan Prabowo-Sandiaga

Lebih lanjut Ray menyebut jika PAN merasa jalinan komunikasi mereka dengan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak terlalu menguntungkan. Jika dilihat dari aspek elektoral dan aspek peranan mereka di koalisi yang kurang mendominasi

Sari Intan Putri - 30/04/2019 14:10

Beritacenter.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) diketahui perlahan mulai keluar dari barisan koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga. PAN merasa jika pilihan tersebut adalah sebuah pilihan yang realistis bagi kubunya.

"Mereka (PAN) menyatakan Pemilu berakhir sejak 17 April kemarin. Mereka sudah tidak relevan lagi dikait-kaitkan (koalisi Prabowo). Semua partai sekarang termasuk PAN mencari teman baru menjalin komunikasi. Jadi yang disebutkan oleh PAN suatu sikap politik," kata Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti.

Lebih lanjut Ray menyebut jika PAN merasa jalinan komunikasi mereka dengan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak terlalu menguntungkan. Jika dilihat dari aspek elektoral dan aspek peranan mereka di koalisi yang kurang mendominasi

Selain itu, dalam hasil hitung cepat di berbagai lembaga survei suara PAN menurun dari Pemilu sebelumnya. Meskipun masih lolos ambang batas parlemen. Menurut Ray, suara PAN masih terselamatkan dari pemilih dari kalangan Muhamadiyah.

"Pertama dari aspek karakter elektoral mereka kehilangan suara dari aspek lain mereka juga kurang menonjol dalam koalisi. Apalagi kemarin melakukan quick count mereka juga tidak mendapat keuntungan," jelas Ray.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menyatakan komitmen partainya dalam Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya sampai pemilihan presiden. Selepas itu, PAN bebas menentukan arah politik.

"Pada dasarnya memang komitmen kami di tim kampanye Prabowo Sandi atau di pencalonan Prabowo-Sandi ini memang hanya sampai pencalonan presiden," ujar Bara dalam diskusi di Jakarta, Senin 29 April 2019.

Bara mengatakan langkah yang diambil harus sesuai kepentingan partai. Selain itu juga kontribusi partai terhadap bangsa.

"Setelah itu kami bebas dengan otoritas penuh untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi PAN tentu saja sesuai dengan kepentingan partai," jelas Bara.




Berita Lainnya

Politisi Muda Ini Tolak Keras Revisi UU KPK

09/09/2019 10:35 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA