Tuesday, 10 Dec 2019
Temukan Kami di :
Politik

Ogah Jalin Komunikasi Politik Yang Baik, Prabowo Tolak Utusan Jokowi

Indah Pratiwi Budi - 26/04/2019 07:53

FOKUS : Prabowo

Beritacenter.COM - Situasi politik harus tetap kondusif dan aman. Oleh karena itu, Capres 01 Joko Widodo ingin menjalin komunikasi dan silaturahmi usai Pemilu 2019 dengan bertemu capres 02 Prabowo Subianto.

Selain itu Jokowi mungkin tidak mau membiarkan Prabowo terbuai dan larut dalam masukan-masukan hasil pemilu 2019 yang bertentangan dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei.

Sementara hampir setiap jam, Prabowo mendeklarasikan sebagai presiden. Bahkan sudah ada orang datang hormat tiga kali presiden.

Jokowi mengatakan mengutus seseorang untuk menemui Prabowo, lawan politiknya di Pilpres 2019. Utusan Jokowi itu adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Alasan Jokowi mengutus Luhut karena dinilai memiliki kedekatan dengan Prabowo dan juga berlatar belakang militer.

Namun, niat baik Jokowi tak sejalan dengan pemikiran kubu Prabowo-Sandi. Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso mengatakan, kemenangan Prabowo-Sandi sudah tidak bisa berubah lagi dan tak ada kompromi.

Termasuk, beberapa waktu lalu, dari Presiden Jokowi mencoba mengirim utusan untuk menemui Prabowo, namun utusan tersebut ditolak oleh Prabowo.

“Ingat, tidak ada kompromi. Sejarah mengajari kita, mengapa sejarah kita adalah non cooperation. Tidak ada kompromi. Syukur alhamdulillah itu menolak utusan-utusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi,” ujarnya dalam syukuran dan konsolidasi relawan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (24/4/ 2019).

Penolakan tersebut menunjukkan Prabowo dan kubunya tidak menempatkan kepentingan bangsa menjadi prioritas utama dan terlihat telah merencanakan gerakan inkonstitusional jika KPU mengumumkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres 2019.

Oleh karena itu, upaya kubu Prabowo yang berupaya mengacaukan situasi Indonesia dengan seruan People Power harus dilawan.

Artinya Prabowo dan kubunya menginginkan NKRI terpecah belah, kisruh dan berkonflik dengan cara memprovokasi membuat Indonesia terancam tidak aman.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA