Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
Politik

Bohong Lagi! TKN Bongkar Data Tak Akurat Klaim Menang Kubu Prabowo di DIY dan Bali

Kembali, pihak 02 mengulang pola kebohongan yang sama. Data yang mereka sajikan jauh dari akurat karena hanya berdasarkan sampel di beberapa TPS (tempat pemungutan suara). Skenario yang sama dan selalu diulang sehingga siapa pun mudah melacak bagaimana kebohongan yang mereka bangun

Aisyah Isyana - 25/04/2019 09:49

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf membongkar kebohongan-kebohongan kubu Prabowo-Sandiaga terkait tudingan kecurangan hasil Pilpres 2019. Klaim kemenangan serta tudingan independensi KPU dan Bawaslu dinilai TKN tak masuk akal.

Terlebih, komisioner kedua lembaga sendiri atas persetujuan DPR, termasuk partai pendukung Prabowo-Sandi. Oleh karenanya, tak masuk akan jika KPU dan Bawaslu bisa merekayasa hasil Pilpres 2019. Sementara TPS yang ada sejak awal dijaga oleh saksi dari kedua pihak dan hasil perhitungan juga dipantau dengan transparan.

"Kami terus membongkar kebohongan-kebohongan data yang disampaikan Pak Prabowo berkenaan klaim kemenangan mereka sebesar 62 persen. Ternyata datanya itu berisi banyak kebohongan-kebohongan," Wakil Direktur Direktorat Saksi TKN, Lukman Edy, Rabu (24/4/2019).

Baca juga :

Lukman mengatakan, jika kemarin kebohongan kubu 02 terkuat di Lampung, Riau, dan Bangka Belitung, kali ini klaim tanpa dasar itu terulang untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kembali, pihak 02 mengulang pola kebohongan yang sama. Data yang mereka sajikan jauh dari akurat karena hanya berdasarkan sampel di beberapa TPS (tempat pemungutan suara). Skenario yang sama dan selalu diulang sehingga siapa pun mudah melacak bagaimana kebohongan yang mereka bangun," jelas Lukman

Dia menjelaskan, berdasarkan suara sah di Yogyakarta yang masuk di KPU, pada Rabu, (24/4), pukul 15.00 WIB, tercatat ada 837.364 suara dengan pembagian 591.776 untuk Jokowi-Amin dan 245.588 untuk Prabowo-Sandi. Namun, kubu 02 malah menyatakan sebaliknya.

Lucunya, real count versi kubu 02 malah menyatakan menang dengan keunggulan 52,70 persen. "Padahal, real count kubu 02 itu hanya dari 19 TPS dengan jumlah 403 suara. Sebenarnya di Yogyakarta ada 11.700 TPS dengan jumlah pemilih 2.731.874. Betapa masif kebohongan yang dibangun oleh kubu 02 sehingga menipu calon yang mereka usung sendiri. Saya tidak terbayangkan, jika Prabowo - Sandi baru tahu di belakang hari jika mereka selama ini ditipu oleh tim mereka sendiri," ujar Lukman Edy.

Menurutnya, berdasarkan real count versi kubu 01, dari 1.530.048 atau 56,76 persen suara sah Yogyakarta yang sudah dihitung, sebanyak 69,97 persen memilih paslon 01, sementara paslon 02 mendapatkan 30,03 persen. Lukman menegaskan, angka itu pararel dengan hasil real count KPU yakni, dari 836.378 suara yang sudah masuk, sebanyak 70,68 persen mendukung 01 dan 29,32 persen mendukung 02.

Hal serupa juga terlihat dari hasil quick count dua lembaga survei, yakni Saiful Mujani Research & Consulting (SRM&C) yang memenangkan Jokowi-Amin, 69,43 persen-30,57 persen dan Poltracking mengunggulkan paslon 01 74,75 persen-25,25 persen.

Lukman menilai, kebohongan demi kebohongan itu terus-terusan digaungkan oleh kubu lawan guna mempengaruhi pemikiran publik jika Prabowo-Sandi telah unggul. Padahal, jelas hasil perhitungan real count kenyataannya memenangkan paslon 01, terpaut jauh unggul dari 02.

"Apalagi kemudian mereka mengatakan meNang di Pulau Bali. Itu kan sebuah kebohongan besar. Mana mungkin Prabowo menang di Bali yang merupakan kandang PDIP dan kantong suara besar Jokowi. Sudah jelas di Bali, Jokowi-Amin menang hingga di atas 90 persen. Namun mereka mengklaim menang 69 persen, dengan hanya menggunakan data dari tujuh TPS, yakni hanya 0,1 persen dari sejumlah 12.834 TPS di Bali," ungkap Lukman Edy.

Dengan terbongkarnya kebohongan-kebohongan ini, Lukman berharap kubu 02 dapat segera menghentikan kebohongan itu didepan publik. Terlebih, kebohongan dan klaim 02 juga sudah dipatahkan dengan data nyata di lapangan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA