Thursday, 12 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Prabowo Bisa Dipenjara 10 Tahun Jika Klaim Kemenangan Tak Terbukti

Anas Baidowi - 24/04/2019 11:23

Beritacenter.COM - Capres Prabowo Subianto terancam hukuman 10 tahun penjara jika klaim kemangan 62 persen hasil hitung cepat timsesnya tidak terbukti. Hal itu disampaikan Juru Bicara Ikatan Masyarakat Peduli Indonesia (IMPI) Ade Armando.

Pria sekaligus dosen Universitas Indonesia tersebut menilai deklarasi kemenangan dalam pilpres 2019 dengan perolehan suara 62 persen merupakan kebohongan yang bisa memicu keonaran ditengah publik.

Ade meyakini suara 62 persen berdasarkan real count Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi tidak benar, dan Prabowo terancam hukuman 10 tahun penjara sesuai UU Nomor 1 Tahun 1946.

Sebelumnya, Ade bersama IMPI sudah melaporkan Prabowo ke Bareskrim Polri. Namun, menurut Ade kepolisian belum bisa menindaklanjuti laporannya karena butuh bukti valid.

Ade mengakui, akan menunggu hasil perhitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum 22 Mei mendatang.

Nantinya, Ade mengatakan kepolisian baru akan memproses laporannya setelah terbukti klaim Prabowo tidak benar.

"Indikatornya adalah hasil penghitungan suara oleh KPU. Tapi begitu tanggal 22 nanti ternyata Prabowo kalah, polisi akan mulai memeriksa kebohongan Prabowo tersebut,” kata Ade.

Selain Prabowo, menurut Ade, pihak lain yang ikut mengklaim kemenangan tersebut juga bakal terkena imbas.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA