Monday, 26 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Soal Kasus Pembakaran Kotak Suara, TKN: Mencederai Demokrasi, Harus Dihukum!

Aisyah Isyana - 23/04/2019 13:41

Beritacenter.COM - Kasus pembakaran kotak suara yang jamak terjadi di beberapa daerah, sangat disesalkan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. TKN menilai, peristiwa ini telah mencederai demokrasi dan mencoren Pemilu 2019 yang sudah berjalan damai.

"Hal ini mencederai demokrasi. Selain itu, kotak suara kan juga fasilitas negara. Ya harus dihukum, Itu sudah kriminal murni, bukan lagi memakai UU Pemilu," ucap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Johnny G Plate kepada wartawan, Senin (24/3/2019).

Baca juga :

Sejauh ini, terdapat tiga lokasi terjadinya kasus kotak suara terbakar. Diwilayah Jambi dan Maluku Tenggara, kasus pembakaran kotak suara diduga dilakukan calon anggota legislatif. Sementara di Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar, masih dalam penyelidikan polisi.

Jhonny berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut. Dia juga meminta polisi untuk memastikan apakah ada hubungan antar kejadian-kejadian terbakarnya kotak suara tersebut.

"Itu masuknya sudah ranah pidana. Sudah kriminal murni itu, bagiannya Polisi. Harus diungkap. Apakah itu sistematis, maksudnya ada keterkaitan kejadian satu dengan lain," ucap Johnny yang juga Sekjen Partai NasDem ini.

Atas adanya peristiwa itu, Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq, meminta kepada semua pihak untuk tidak terprovokasi. Menurutnya, masyarakat harus mempercayakan kasus ini kepada polisi.

"Kita berharap aparat segera usut tuntas siapa oknum, dan (masyarakat) berikan kepercayaan penuh kepada penyelenggara pemilu selesaikan tugasnya, sehingga tidak terprovokasi, terpengaruh oleh segelintir orang yang tidak ingin proses ini berjalan lancar," ucap Maman.

Maman juga mengaku sangat menyayangkan tindakan caleg yang diduga membakar kotak suara tersebut. Menurutnya, caleg yang tidak puas atas hasil perhitungan suara, seharusnya dapat melalui jalur konstitusional.

"Yang rugi bangsa Indonesia, ada orang yang ganggu proses. Bagi yang tidak puas, bisa pakai mekanisme yang ada," kata Maman.




Berita Lainnya

Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta!

25/10/2020 12:40 - Anas Baidowi

Hina NU, Gus Nur Ceming Saat Ditangkap Polisi

24/10/2020 15:59 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA