Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Dibalik Suksesnya Pemilu, Ada Petugas KPPS Yang Hebat. Tapi, Ini Suka Dukanya...

Indah Pratiwi - 22/04/2019 14:53

Beritacenter.COM - Dibalik suksesnya pelenggaraan pemilu 2019 tentu ada petugas-petugas KPPS yang hebat. Tanpa mereka, tidak akan berjalan sukses penyelenggaraan jalannya pemilu di Indonesia.

Namun, dibalik semua itu, tersimpan duka yang dalam bagi para petugas KPPS. Mereka dituntut datang jauh lebih pagi demi menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diembannya.

Namun, dibalik kerja kerasnya mereka para petugas KPPS, ternyata tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan. Empat hari berlalu, honor KPPS yang diterima pun jadi keluhan.

Alasannya, tidak sebanding dengan tugas yang harus dikerjakan selama 1x24 jam. Hal ini menimpa salah satu petugas KPPS, Evha Alexa, petugas TPS 2 Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Evha mengaku, sejak ia bekerja menjadi KPPS pergi pagi pulang pagi hanya dibayar Rp470 ribu. Berbeda dengan Wiratama Yusuf. Ia terkesan menyesal lantaran honor yang didapat tidak sebanding dengan yang ia kerjakan.

"Honor tidak seberapa, kerjanya luar biasa, seandainya bukan tugas negara, SA TINGGALKANMI," tulisnya.

"Saya pergi pagi pulangnya pagi lagi," tutur Evha, Sabtu (20/4/2019) siang.

Dalam perjalanan suksesnya penyelenggaraan pemilu, rupanya banyak jatuh korban. Ada 10 petugas Polri gugur dalam tugas untuk membantu menyukseskan pemilu Indonesia. Diduga karena kelelahan hingga sakit saat menjalankan tugas negara.

Menanggapi ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyampaikan dukacita yang mendalam bagi para petugas yang gugur tersebut.

"Pengabdian dari para anggota Polri yang meninggal dunia dalam tugas suksesnya Pemilu Serentak 2019 sangat luar biasa jasa dan pengabdiannya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Saudara-saudara adalah putra-putra terbaik bangsa," kata Tjahjo dalam keterangan resminya, Jumat (19/4/2019).

KPU menyebutkan ada 54 petugas KPPS atau panitia Tempat Pemungutan Suara(TPS) meninggal dunia saat dan sesudah berlangsungnya pemilu.

"(Dari) 86 petugas yang mengalami musibah (yang) meninggal 54 (orang) dan sakit 32 orang," ujar Komisioner KPU Viryan Aziz di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Diduga petugas yang meninggal dunia dan sakit itu karena kelelahan, serta sebagian lainnya mengalami kecelakaan. Dia berharap para petugas itu menjaga stamina karena proses rekapitulasi secara nasional masih terus berlangsung.

"Sedih sekali melihat teman-teman kami berguguran. Mereka pahlawan Pemilu Indonesia 2019," ujar Viryan.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA