Monday, 22 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Ini Penjelasan Analisa Mantan Waka BIN Soal Pergerakan Massa 'People Power'

Indah Pratiwi - 18/04/2019 23:01

Beritacenter.COM - Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali memberikan hasil analisanya bahwa pergerakan people power hanya gara-gara perbedaan dukungan dalam pemilihan umum presiden tidak mungkin terjadi.

"People power tidak mungkin terjadi karena persyaratannya belum terpenuhi," kata As'ad saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/4).

Dia menjelaskan, sebuah gerakan massa yang besar hanya akan terjadi jika ada krisis ekonomi yang menyengsarakan rakyat, kekurangan bahan makanan, kelangkaan bahan makanan, harga membubung tinggi, dan krisis bahan bakar.

Selain itu, kata dia, kalau soal politik hanya terjadi kesalah pahaman, itu bisa diselesaikan dengan musyawarah. Pergesekan politik tidak akan mungkin menimbulkan pergerakan massa.

"Apa yang terjadi sekarang hanyalah kesalahpahaman soal hasil pilpres yang oleh KPU belum selesai dihitung semuanya," kata As'ad.

Dia yakin apabila penghitungan versi KPU sudah selesai, data berbeda bisa dicocokkan. Bila terjadi perbedaan, bisa diselesaikan secara musyawarah sesuai dengan jati diri bangsa.

"Kedua capres kita adalah tokoh berkepribadian, berintegritas, terhormat, mencintai rakyatnya, dan juga dicintai," tutup As'ad.

Sebelumnya, viral kabar akan ada aksi massa pasca Pilpres 2019. Namun, informasi beredar tersebut hanyalah hoaks atau kabar bohong.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA