Thursday, 12 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Pecah Kongsi! "PRABOWO Usir SANDI" Karena Tolak Klaim Kemenangan

Anas Baidowi - 18/04/2019 14:21

Beritacenter.COM - Cawapres Sandiaga Uno tidak mendampingi calon presiden Prabowo Subianto saat merayakan klaim kemangan dan sujud syukur, Rabu (17/4) malam. Padahal saat itu Sandiaga berada di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Ada dua pernyataan yang berbeda mengenai ketidakhadiran Sandiaga Uno. Pertama salah satu tim Sandiaga menyebut, Sandiaga tak ikut Prabowo rayakan klaim kemangan dan sujud syukur karena sakit.

Kedua, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyatakan Sandiaga Uno sehat namun saat itu ia sedang berdiskusi dengan para pendukungnya.

"Pak Sandiaga istirahat di dalam. Lagi enggak enak badan," kata Yuga, Rabu (17/4) malam.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi?

Benarkah Prabowo-Sandi Pecah Kongsi?

Beredar kabar, cawapres Sandiaga diusir Prabowo Subianto karena tidak setuju dengan klaim kemenangan sepihak yang sebenarnya bohong.

Sandi menyarankan untuk tidak membuat deklarasi apapun, untuk menjaga etika politik dan kejadian 2014 tidak terulang.

Mendengar saran Sandi, Prabowo pun langsung naik pitam dan marah-marah. Gebrak meja lagi. “Apa alasan anda?!” tanya Prabowo dengan suara meninggi. Sandipun mengingatkan tentang pentingnya etika politik.

“Silahkan anda keluar dari koalisi ini,” jawab Prabowo. Sementara Sandi masih diam seribu bahasa, menenangkan suasana.

“Artinya sodara secara tidak langsung mendukung pasangan “bajingan” menang,” ucap Prabowo lagi.

“Saya lebih baik kehilangan nyawa dibanding kehilangan harga diri, klaim menang taunya yang dilantik oran lain,” jawab Sandi.

Sandi sebenarnya sempat ingin menjawab, namun suasana sudah sangat panas. Presiden PKS dan beberapa orang ikut menenangkan dan membawa Sandi keluar. Sementara geng Wowo yang didampingi beberapa tokoh ormas radikal, tetap melakukan deklarasi kemenangan.

Cerita ini sudah beredar di kalangan wartawan yang hadir di Kartanegara kemarin. Cerita ini juga juga pasti diketahui oleh orang-orang yang berada di atas panggung untuk mengklaim kemenangan. Namun pada akhirnya mereka tetap melanjutkan sandiwara ini.

Maka jika kita melihat beberapa orang tidak hadir dalam deklarasi kemenangan, ya itu karena mereka tak mau menanggung malu untuk 5 tahun ke depan. Sebaliknya, para pendamping Prabowo kemarin memang adalah orang-orang yang sebelumnya sudah sangat-sangat memalukan.

Semula saya pikir Prabowo ini hanya dipengaruhi oleh politisi busuk di sekelilingnya, yang membodoh-bodohinya lewat quick count abal-abal. Tapi nampaknya Prabowo sendiri juga bodoh maksimal. Ya bayangkan, 2014 dia sudah dibodoh-bodohi, sekarang masih juga dibodoh-bodohi. Kayak keledai yang jatuh di lubang yang sama.

Prabowo nampaknya sangat frustasi dan ambisius ingin menang. Bukan hanya terlihat dari berkali-kali ikut Pilpres, tapi juga sudah dua kali mengklaim menang padahal kalah.

Setelah dipecat dari militer, nampaknya tujuan hidup Prabowo hanya berkuasa. Karena hanya dengan memegang kekuasaan itulah dia bisa memimpin TNI, institusi yang dulu memecatnya.

Sementara Sandi, nampaknya dia sadar betul bahwa karir politiknya masih sangat panjang. Dia tentu tak ingin ditertawakan. Sebagai pengusaha dan kalangan terdidik, Sandi juga pasti tak mau melawan teori statistik.

Sandi masih bisa kembali mengambil kursi Wagub DKI yang ditinggalkannya beberapa waktu lalu. Sandi juga masih punya kans yang sangat besar untuk maju di Pilpres 2024. Maka wajar kalau dia sangat hati-hati.

Sekalipun Gerindra tak mau lagi mendukung Sandi di Jakarta maupun Pilpres 2024, tapi fakta menyebutkan bahwa Sandi adalah satu-satunya orang dengan elektabilitas tertinggi dibandingkan Prabowo. Bahkan kalau Prabowo harus melawan Sandi di 2024, Prabowo pasti akan kalah lagi.

Tapi walau bagaimanapun, ini hanya cerita dari kejadian yang cukup emosional dan spontan. Prabowo mungkin sedang emosi, Sandi juga lagi emosi. Keduanya bisa rukun lagi dalam beberapa waktu ke depan, setelah Wowo bisa menerima kekalahannya. Sehingga akhirnya Sandi bisa kembali menjadi Wagub DKI.

Sumber : Mellekpolitik




Berita Lainnya

Mahasiswa Unismu Makassar Saling Serang Pakai Panah

11/12/2019 21:43 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA