Thursday, 12 Dec 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Narasi 'Licik' Prabowo: Klaim Kemenangan Hingga Tebar Fitnah Dicurangi

Lukman Salasi - 18/04/2019 10:52

BeritaCenter.COM - Capres Prabowo Subianto menuding ada upaya kebohongan melalui hasil quick count sejumlah lembaga survei yang mayoritas memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Prabowo bahkan mengklaim ia dan cawapres Sandiaga Uno yang sebenarnya memenangi Pilpres 2019 versi quick count mereka.

"Saya bicara setelah mengikuti perkembangan penghitungan suara dari tadi, kita prihatin dari tadi malam banyak kejadian yang merugikan pendukung 02. Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak TPS buka jam 11.00, banyak pendukung kita tidak dapat undangan dan sebagainya. Belum lagi yang ditemukan surat suara dicoblos 01," kata Prabowo di depan kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

"Walau demikian, hasil exit poll kita di 5 ribu TPS kita menang. Dan hasil quick count kita menang 52,2 persen," imbuhnya.

Sebenarnya tak perlu kaget dengan klaim sepihak Prabowo bersama timnya karena sejak awal kampanye, Prabowo bersama timnya kerap memainkan narasi yang menyebut dirinya akan menang di Pilpres 2019.

Namun sangat disayangkan narasi yang dibangun justeru menebar fitnah bahwa akan ada upaya kecurangan untuk memenangkan Jokowi-Amin atau agar Prabowo-Sandi kalah.

Masih ingat betul bagaimana kubu 02 memainkan isu hoax tujuh kontainer surat suara telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk Paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada 2 Januari 2019.

Terungkap ternyata pelaku hoax itu sendiri adalah Bagus Bawana Putra (BBP) sebagai Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden.

Narasi licik selanjutnya yang dimainkan kubu 02 melalui Amien Rais soal fitnah ke KPU akan adanya potensi kecurangan. Amien yang hadir dalam aksi Forum Umat Islam (FUI) berpesan agar KPU melakukan audit forensik IT, apabila hasilnya tidak bersih, Prabowo-Sandi disebut akan mundur dari Pilpres 2019.

"Pak Wahyu tadi sebelumnya ada Prof Amien rais di sini, beliau juga menyampaikan satu pesan akan meminta KPU melakukan audit forensik IT. Nanti pada awal April perwakilan akan hadir meminta hasil audit forensik IT, dan kalau hasilnya nanti tidak clear maka akan mundur pasangan calon 02," kata Arief di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Klaim dari Prabowo bersama kubu 02 berbanding terbalik dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei yang menempatkan Jokowi-Amin unggul jauh atas Prabowo-Sandi.

Berikut rangkuman hasil quick count 10 lembaga hingga pukul 19.40 WIB, dari berbagai sumber.

1. Litbang Kompas dengan data 86,50 persen yang masuk. Jokowi-Ma'ruf: 54,43 persen Prabowo-Sandiaga: 45,57 persen.

2. Indobarometer data 92 persen. Jokowi-Ma'ruf: 54,30 persen Prabowo-Sandiaga: 45,70 persen.

3. Charta Politika data 94,15 persen Jokowi-Ma'ruf: 54,44 persen Prabowo-Sandiaga: 45,56 persen.

4. Poltracking Indonesia data 94,10 persen Jokowi-Maruf: 55,11 persen Prabowo-Sandiaga: 44,89 persen.

5. Indikator Politik Indonesia data 88,04 persen Jokowi-Maruf: 54,12 persen Prabowo-Sandiaga: 45,88 persen.

6. SMRC data 91,83 persen Jokowi-Maruf: 54,91 persen Prabowo-Sandiaga: 45,09 persen.

7. LSI Denny JA data 97,05 persen Jokowi-Maruf: 55,38 persen Prabowo-Sandiaga: 44,62 persen.

8. CSIS dan Cyrus Network data 95,05 persen Jokowi-Maruf: 55,60 persen Prabowo-Sandiaga: 44,40 persen

9. Median data 60,54 persen Jokowi-Maruf: 54,62 persen Prabowo-Sandiaga: 45,28 persen.

10. Kedai Kopi data 75,15 persen Jokowi-Maruf: 52,17 persen Prabowo-Sandiaga: 45,5 persen.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA