Wednesday, 19 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

Ciptakan Pemilu Damai, JK ke Elite Politik: Belajar dari Pelukan Jokowi-Prabowo

Fani Fadillah - 16/04/2019 15:25 Wakil Presiden Jusuf Kalla

Beritacenter.COM - Guna menciptakan pemilu damai di lingkungan elite politik, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengimbau agar para elite belajar dari pelukan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto usai debat capres-cawapres.

Baca juga:

"Elite itu (harus menjadi contoh buat masyarakat) karena lihat sendiri, setelah debat keras (capres-cawapres) langsung peluk-pelukan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, dengan Sandi dengan Kiai Ma'ruf peluk-pelukan ngobrol lagi, tidak ada rasa sentimen. Itu bagus sekali menjadi contoh kepada seluruh masyarakat," kata JK di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya hal yang wajar jika masyarakat terbelah menjadi dua kubu karena beda pilihan. Namun perbedaan itu tak boleh membuat masyarakat berkonflik.

"Kalau menjelang pemilu, pasti orang terbelah, kalau bersatu bukan pemilu namanya. Jadi akan memilih masing-masing tapi tidak akan menyebabkan terbelah dalam hal pilihan, tidak akan menyebabkan konflik," ujarnya.

JK mengungkapkan, pengalaman Indonesia menyelenggarakan pemilu tidak menyebabkan konflik yang besar di masyarakat. Setiap sengketa pemilu akan selesai.

"Pengalaman yang ada selama pemilu-pemilu sebelumnya baik pemilu waktu zaman Orba, apalagi pemilu waktu zaman reformasi sudah keempat kalinya ini. Itu hari H pemilu itu memang orang berbeda pilihan tapi beberapa hari kemudian orang akan kembali rukun. Seperti biasa keluarga akan kembali lagi, dan itulah sifat kita yang dihormati dan dipuji oleh banyak negara," imbuhnya.

JK pun memastikan jika Indonesia tidak akan seperti negara lain dimana pemilu presiden bisa membuat konflik berkepanjangan. Meski akan banyak sengketa dari Pileg hingga Pilpres, namun Mahkamah Konstitusi (MK) akan menyelesaikannya tanpa konflik.

"Kalau di pemilihan presiden juga kalau beda-beda tipis biasanya ke MK. Saya juga dulu waktu kalah ke MK juga, karena desakan dari teman-teman. Tapi setelah itu selesai saja, tidak akan membawa suatu perbedaan yang berlebihan, kita bersyukur itu," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA