Tuesday, 17 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Ada Kecurangan Pencoblosan Di Sydney Oleh Kubu 02, Politikus PDIP : "Minta Pencoblosan di Sydney Diulang"

Indah Pratiwi Budi - 16/04/2019 11:47

Beritacenter.COM - Politisi PDI Perjuangan Sari Yok Koeswoyo meminta pencoblosan atau pemungutan suara Pemilu 2019 di Sydney, Australia diulang. Sebab, menurut Sari, dalam proses tersebut banyak terjadi kejanggalan.

Apalagi, lanjut Sari, banyak warga yang kehilangan hak suaranya akibat kejanggalan proses tersebut.

"Banyak warga yang kehilangan suaranya, ini khan perampasan hak konstitusi warga," kata Sari kepada Gesuri, Senin (15/4).

Mantan penyanyi cilik itu pun menceritakan pengalaman pahit keponakannya yang juga berdomisili di Sydney. Dia mengatakan, keponakannya itu sudah mendaftar tiga pekan lalu sebagai pemilih di Sydney, dan dua pekan lalu, ketika dia melakukan pengecekan, namanya masih ada di daftar pemilih.

Baca Juga :

"Anehnya, ketika kemarin datang ke TPS, nama dia dan keluarganya tidak ada," ungkap Sari.

Sari juga meminta dugaan kecurangan dalam proses tersebut diusut tuntas. Para pihak yang bersalah pun diminta pertanggung-jawabannya.

Seperti diketahui, pemungutan suara Pemilu 2019 di Sydney, Australia, Sabtu (13/4) lalu berakhir kisruh. Penyebabnya sejumlah WNI yang sudah antre berjam-jam gagal menggunakan hak pilihnya karena TPS sudah ditutup.

Proses yang panjang menyebabkan antrian tidak bisa berakhir sampai jam 6 sore waktu setempat. Sehingga ratusan orang yg sudah mengantri sekitar 2 jam tidak dapat melakukan hak dan kewajibannya untuk memilih karena Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dengan sengaja menutup TPS tepat jam 6 sore tanpa menghiraukan ratusan pemilih tersebut.

Dugaan kecurangan pun muncul. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menerima laporan soal indikasi keterlibatan panitia pemilihan di Australia di kelompok pendukung pasangan calon 02, Prabowo-Sandiaga




Berita Lainnya

Sah Revisi UU KPK, Istana: Ini Sudah Final

17/09/2019 15:29 - Anas Baidowi

Politisi Muda Ini Tolak Keras Revisi UU KPK

09/09/2019 10:35 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA