Thursday, 25 Apr 2019
Temukan Kami di :
News

Kapolri Pertebal Pengamanan Personel Polri-TNI Didaerah Rawan saat Pencoblosan

Yang kita anggap rawan kalau proporsi dukungan dari A ke B termasuk caleg-caleg itu relatif proporsi hampir sama, kita otomatis akan memperkuat mempertebal tempat tersebut pengamanan baik dari limas maupun dari Polri juga dari TNI

Aisyah Isyana - 15/04/2019 17:00

Beritacenter.COM - Daerah rawan saat pelaksanaan pemilu, dikatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai daerah yang ditempati kelompok pendukung yang sama kuat. Oleh karenanya, penebalan pengamanan akan diberikan didaerah tersabut.

"Yang kita anggap rawan kalau proporsi dukungan dari A ke B termasuk caleg-caleg itu relatif proporsi hampir sama, kita otomatis akan memperkuat mempertebal tempat tersebut pengamanan baik dari limas maupun dari Polri juga dari TNI," kata Tito di kantor KemenkumHAM, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Baca juga :

Menurutnya, suatu daerah yang diketahui didominasi oleh satu kelompok pendukung, maka daerah itu masih tergolong aman. Daerah yang tergolong aman pun akan dijaga dengan pengamanan standar.

"Untuk yang aman ini biasanya kriterianya yang misalnya di satu tempat itu dominasi oleh pendukung A atau pendukung B itu potensi konflik yang kecil sehingga otomatis kekuatan yang di diplot ke sana juga kekuatannya minimal standar," ujarnya.

Tito mengatakan, pengamanan yang dilakukan personel Polri-TNI tak hanya dilakukan di TPS, namun petugas juga akan berpatroli untuk mengantisipasi mobilitas massa. Personel Polri-TNI juga berfokus terhadap daerah yang rawan terjadi tekanan psikologis kepada pemilih.

"Kita juga melihat daerah-daerah lain yang kalau kita anggap itu ada kerawanan, kumpulan-kumpulan massa yang bisa memberikan tekanan psikologis intimidatif ini juga kita waspadai, kita waspadai dengan menambah kekuatan dan kekuatan yang standby. Di samping itu kita juga melakukan penebalan patroli gabungan serta pos gabungan TNI Polri di daerah-daerah yang rawan tertekan secara psikologis," paparnya.

Tito menambahkan, kondisi selama masa kampanye terbuka sendiri masih terpantau relatig aman. Kendati ada beberapa insiden didaerah, Tito menilai kondisi itu masih dapat ditangani.

"Selama masa kampanye 6 bulan itu tidak terjadi gangguan kamtibmas yang signifikan. Ada beberapa dinamika seperti di Jawa Tengah di Yogya kemudian ada operasi penindakan teror yang terjadi di Sumatera Utara dan dapat ditangani dengan baik. Situasi relatif aman saat ini, yang ditandai dengan situasi semua kegiatan pemerintah dan masyarakat relatif berjalan lancar," pungkasnya.

 




Berita Lainnya

Bentrok Ormas di Bandung, 3 Orang Terluka

25/04/2019 02:34 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA