Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Jurnalis Amerika Serikat Bongkar Skenario Keji Prabowo Jika Menang Pilpres 2019

Lukman Salasi - 15/04/2019 16:57

BeritaCenter.COM - Jurnalis investigasi independen asal Amerika Serikat, Allan Naim membongkar skenario busuk Prabowo Subianto jika menang Pilpres 2019. Dalam laporan Allan disebutkan bahwa Prabowo memiliki sejumlah agenda keji.

Allan merilis laporan terbarunya soal skenario keji Prabowo tersebut di laman blogspot miliknya, Senin (15/4/2019). Laporan Allan menyebutkan bahwa Prabowo, jika terpilih jadi Presiden, berencana melakukan penangkapan massal, baik terhadap lawan-lawan politik maupun koalisinya.

Allan berani mengungkap niat busuk Prabowo berdasarkan dokumen yang ia dapat dari notulensi rapat yang digelar di kediaman Prabowo di Jalan Kartanegara Nomor 4, Jakarta Selatan pada 21 Desember. Pertemuan ini digelar usai Prabowo bertemu Susilo Bambang Yudhoyono di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertemuan, seperti dijelaskan dalam laporan Allan, dihadiri 11 orang dan berasal dari 8 jenderal purnawirawan dan tiga orang sipil yang disebutnya sebagai “lingkaran satu” Prabowo. 

Dalam pertemuan itu, 11 orang dalam lingkaran satu Prabowo bersepakat membuat  tim untuk melakukan tugas-tugas khusus “mengadili sebanyak-banyaknya lawan politik,” dan “melumpuhkan” kelompok-kelompok Islamis yang menyokong kampanye Prabowo-Sandiaga setelah terpilih sebagai presiden. 

Menurut Allan, Prabowo telah menyiapkan skenario  “Malam Pisau Panjang” (istilah yang dipakai sejarawan untuk membersihkan sekutu Hitler di Nazi) untuk mengonsolidasikan kekuasaan sekaligus menyakinkan Washington.

Demi menjalankan siasat busuk itu, Prabowo memerintahkan Arief Poyuono, wakil ketua umum Gerindra, untuk menggagalkan gugatan hukum para pekerja Freeport terhadap perusahaan tersebut, sebut Allan dalam laporannya.

Notulen rapat yang diungkap Allan mengatakan demi mengamankan kebijakan dalam bidang hukum, Prabowo menunjuk sejumlah orang yang akan bertugas memilih Kapolri, Jaksa Agung, dan pimpinan KPK, tulis Allan seperti tertera dalam dokumen.

Parahnya lagi, seperti yang diungkap Allan, Prabowo berencana membikin Gerindra semakin kuat, dengan menugaskan Badan Intelijen Negara melumpuhkan kelompok Islam radikal, yakni HTI, FPI, dan JAD, serta partai koalisi oposisi, serta berencana menjatuhkan Partai Demokrat dan PKS, tulis laporan tersebut.

Keinginan menjatuhkan Demokrat, tulis Allan, dilatari dendam politik masa lalu lantaran SBY terlibat memecat Prabowo dari Angkatan Darat setelah Soeharto jatuh. PKS dan Partai Demokrat, menurut Allan seperti dituliskan dokumen, akan digembosi melalui pelbagai kasus korupsi, baik kasus lama maupun baru, supaya Prabowo mengesankan diri sebagai presiden yang kuat dan tegas dalam menegakkan hukum.

Soal agenda ingin menjatuhkan kelompok Islam radikal, tulis Allan, dengan “menangkap ulama-ulama radikal” demi memperlihatkan kepada Amerika Serikat bahwa Prabowo-Sandiaga tegas mengatasi radikalisme dan terorisme di Asia Tenggara.

Allan juga menyebut, Prabowo sudah bertemu dengan Dubes Amerika Serikat Joseph R. Donovan Jr untuk membicarakan perang dagang Cina-AS serta membahas komitmen Indonesia melawan terorisme ke depan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA