Sunday, 20 Oct 2019
Temukan Kami di :
Politik

Di Detik-detik Kekalahan Prabowo, Demokrat Akan Hengkang...

Indah Pratiwi Budi - 15/04/2019 16:36

Beritacenter.COM - Tanda-tanda kekalahan Prabowo Subianto seperti sudah dilihat oleh Partai Demokrat. Bukan saja kritik Susilo Bambang Yudhoyono mengenai kampanye Prabowo yang kental politik identitas, pertanda tersebut nampak dari sikap Demokrat saat debat capres. Kader mereka meninggalkan ruang debat setelah Prabowo menyinggung presiden terdahulu, termasuk SBY.

Semakin jelas lagi dari pernyataan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia mengatakan, Pemilu 2019 serentak untuk pileg maupun pilpres tak menguntungkan bagi partainya.

Hal itu, kata AHY, karena parpolnya tergolong partai yang tak punya kader utama dalam kontestasi Pilpres 2019 sehingga kurang mendapatkan efek elektoral.

“Pemilu yang menggabungkan legislatif dan presiden memang kurang menguntungkan, hanya parpol yang punya kader utama yang mendapatkan efek elektoral signifikan,” ujar AHY saat menyampaikan pidato politik di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (13/4).

Meskipun begitu, kata AHY, pihaknya optimistis dengan militansi kader di lapangan maka Demokrat bisa sukses dalam Pileg 2019 dengan menempatkan kader-kadernya di parlemen.

“Saya juga dapat laporan dari DPD tentang bangkitnya semangat kader untuk menang di pemilu ini, hasil enggak pernah mengkhianati usaha. Semoga hasil suara mencapai target yang kita harapkan,” ujar AHY.

Atas dasar itu, jika bisa sukses dalam Pileg 2019, AHY menegaskan Partai Demokrat bakal membidik untuk menjadi peserta dalam Pilpres 2024, lima tahun mendatang.

“Siap bertarung untuk 2024?” tanya AHY kepada para kader dan simpatisan Demokrat yang lalu menjawab ‘siap’.

“Untuk itu, saya ingatkan untuk bertarung 2024, kita harus menang di 2019 dengan gemilang,” kata putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA