Tuesday, 18 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

Tuan Guru Bajang Sebut Presiden Jokowi Tak Pernah Menyalahkan Presiden RI Sebelumnya

Hal tersebut disampaikan TGB dalam rangka menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang menyalahkan presiden-presiden sebelum Presiden Joko Wdodoterkait kegagalan perekonomian negara.

Sari Intan Putri - 15/04/2019 14:05

Beritacenter.COM - Salahsatu tokoh ulama, Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyebut jika Presiden Joko Widodo tidak pernah mencari kekurangan pemimpin sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan TGB dalam rangka menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang menyalahkan presiden-presiden sebelum Presiden Joko Wdodoterkait kegagalan perekonomian negara.

"Setahu saya, Pak Jokowi tidak pernah punya perspektif seperti itu. Perspektif beliau sebagai pemimpin itu selalu beliau sampaikan, bahwa kita tidak usah mencari kekurangan dari pemimpin sebelum kita," ungkap TGB.

Lebih lanjut, TGB juga menambahkan jika seorang pemimpin semestinya tak mencari kekurangan dari pemimpin sebelumnya dan fokus untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi prioritas negara.

"Jadi memastikan bahwa apa-apa yang merupakan prioritas bangsa sekarang kita garap dengan semangat kolaboratif, itu yang selalu beliau (Pak Jokowi) sampaikan (sebagai pemimpin)," lanjut TGB.

Prabowo sebelumnya menilai, kegagalan perekonomian saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab capres petahana Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam debat kelima Pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu malam.

"Saya tidak menyalahkan Bapak (Jokowi). Ini kesalahan besar pesiden-presiden sebelum Bapak. Kita harus bertanggung jawab," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini keluar dari jalur. Ia menilai berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, perekonomian Indonesia semestinya dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Hal itu, menurut Prabowo, belum terlihat saat ini. Ia menilai perekonomian Indonesia saat ini justru menguntungkan pihak asing.

"Saya tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini masalah kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun. Tapi kita harus berani mengkoreksi diri. Kita salah arah. Kita harus contoh seperti Republik Rakyat Tiongkok yang dalam 40 tahun hilangkan kemiskinan," lanjut Prabowo.

"Kita harus contoh berani belajar dari yang hebat. Saya tidak menyalahkan Bapak, ini kesalahan kita semua. Jadi ini salah jalan. Kita harus kembali ke Pasal 33," lanjut dia.




Berita Lainnya

Cak Imin: Kalah Itu Memang Nggak Enak

17/06/2019 16:53 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA