Thursday, 25 Apr 2019
Temukan Kami di :
News

Prabowo Ziarah ke Makam Ibunya, Inilah Hukum Mendoakan Mayit Non Muslim

Anas Baidowi - 15/04/2019 13:40

Beritacenter.COM - Memasuki masa tenang kedua capres masih sibuk dengan agenda masing-masing. Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengisi masa tenang dengan ibadah umrah, sedangkan capres Prabowo Subianto lebih memilih berziarah ke makam orang tuanya pada Minggu (14/4) di Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Foto ziarah Prabowo diunggah akun Instagram sekretaris pribadinya, Dhani Wirianata. Capres Prabowo terlihat tengah berdoa di hadapan makam ibunya, Dora Sigar.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengkonfirmasi hal itu. Menurut dia, capres 02 itu berangkat ziarah dari Hambalang pada Minggu siang tadi.

"Iya ziarah ke (makam) ibu dan bapaknya," ucap Andre kepada , (14/4).

Andre menambahkan, ziarah itu merupakan acara internal. Prabowo hanya bersama ajudan dan sekretaris pribadinya.

Seperti yang diceritakan Hashim Djojohadikusumo, Ibu Prabowo adalah seorang kristen dan meninggal keadaan Kristen. Sedangkan ayahnya Muslim.

Lantas, bagaimana hukumnya mendoakan mayit non Muslim?

Jawab:
Mendoakan mayit kafir hukumnya HARAM, bahkan menyebutnya dengan semacam sebutan ALMAGHFURLAH ataupunALMARHUM juga tidak diperbolehkan, karena lafadz tersebut mengandung makna do'a.

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam”. (QS. 9:113).

Dalam ayat ini memberi pengertian akan keharaman mendoakan orang yang telah meninggal dalam keadaan kufurnya dengan doa memintakan ampunan dan rahmat Allah atau mensifati mereka seperti dengan ucapan AL-MAGHFURLAH (yang telah terampuni), ALMARHUM (yang telah dirahmati) seperti yang dilakukan oleh sebagian orang-orang bodoh dari kaum muslimin dari kalangan orang-orang tertentu maupun orang awam [Tafsiir al-Maraaghy I/2263].

Berbeda ketika mendoakan orang kafir saat masih hidup, jika mendoakan untuk kesembuhan dari sakitnya ( BUKAN MENGIRIM PAHALA ) maka boleh.

Dianjurkan mendo'akan orang sakit dengan kesembuhan meskipun yang sakit adalah orang kafir / fasik , selama dia bukan orang yang menyusahkan masyarakat.

Kata almarhum dan almarhumah itu bermakna doa, yang artinya semoga dirahmati, jadi kalau kata-kata tadi ditujukan pada mayyit non muslim berarti itu punya arti mendoakan si mayyit, sedangkan mendo'akan mayyit non muslim itu HARAM hukumnya. Lihat Kitab hasyiyah showi juz 2 hal 171 dan khulashotul kalam hal 160 :




Berita Lainnya

Bentrok Ormas di Bandung, 3 Orang Terluka

25/04/2019 02:34 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA