Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
Politik

KPU dan Bawaslu Berangkat ke Malaysia, Menindak Lanjuti Temuan Surat Suara yang Tercoblos

Arief Budiman selaku Ketua KPU menyebut jika pihaknya bersama Bawaslu segera berangkat ke Malaysia yntuk mengecek kepastian soal temuan surat suara yang tercoblos. KPU dan Bawaslu, lanjut Arief Budiman, akan mengklarifikasi sejumlah hal terkait surat suara tersebut.

Sari Intan Putri - 12/04/2019 13:39

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengirimkan dua komisioner ke Malaysia yaitu Hasyim Asy'ari dan Ilham Saputra. Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemiilu (Bawaslu), Ratna Dewi Pettalolo juga dikabarkan akan segera menyusul ke Malaysia.

Hal tersebut dilakukan oleh pihak KPU dan Bawaslu sebagai tindak lanjut atas kejadian temuan surat suara yang tercoblos.

Arief Budiman selaku Ketua KPU menyebut jika pihaknya bersama Bawaslu segera berangkat ke Malaysia yntuk mengecek kepastian soal temuan surat suara yang tercoblos. KPU dan Bawaslu, lanjut Arief Budiman, akan mengklarifikasi sejumlah hal terkait surat suara tersebut.

"Kami dan Bawaslu RI langsung berkoordinasi dan kami menindaklanjuti dengan cepat dan dalam waktu yang tidak terlalu lama KPU RI dan Bawaslu RI memutuskan akan ada tim ya atau personil yang akan diberangkatkan dari Jakarta untuk melihat langsung ke sana (Malaysia)," ujar Arief.

Lebih lanjut Arief Budiman juga akan meminta detail temuan surat suara tercoblos di Malaysia, seperti lokasi surat suaranya, keaslian surat suara, jumlah, pihak penemunya dan informasi lainnya.

"Saya mau tahu tempat itu tempatnya siapa? (lokasi ditemukan), surat suara itu apa benar surat suara yang dari KPU? jumlahnya berapa banyak? kemudian siapa yang pertama kali menemukan kejadian itu? siapa yang membuat videonya? kemudian Siapa yang melapor ke Panwaslu luar negeri dan seterusnya, lalu apa juga sikap dari otoritas setempat," terang Arief Budiman.

Selain itu, Arief Budiman juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menilai hal ini secara berlebihan. KPU meminta semua pihak menunggu informasi resmi.

"Kami kalau ada kejadian seperti ini juga langsung cepat dan kami minta mereka melakukan pemberitahuan, tapi karena ini menyangkut beberapa hal yang bisa sangat sensitif karena berada di negara lain, maka kami melakukan pengecekan dengan sangat hati-hati. Kami masih menunggu Itu jadi mohon tidak mengambil kesimpulan sendiri sendiri tidak kemudian berpolemik ada kejadian seperti ini," pungkas Arief Budiman.




Berita Lainnya

Kala Ahok Merasa Karier Politiknya Telah Usai

23/07/2019 22:22 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA