Friday, 23 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Licik..! Ini Bukti Ketua Panwaslu Malaysia 'Yaza Azzahra' Pendukung Prabowo

Anas Baidowi - 12/04/2019 01:11

Beritacenter.COM - Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Malaysia, Yaza Azzahra Ulya jadi sorotan setelah membenarkan video surat suara tercoblos. Keterangan Yaza di TVOne mendukung tuduhan kecurangan yang dilontarkan ke kubu 01.

Sayang-nya, netizen membongkar bahwa Yaza adalah pendukung capres-cawapres, Prabowo-Sandi. Netizen menyebarkan sebuah foto saat Yaza berpose dua jari mengenakan baju Badan Pemenangan Nasional (BPN) bersama sejumlah relawan.

Ada juga jejak digital yang mengungkap bahwa Mahasiswa S2 Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia, PPI Indonesia itu, pernah menghadiri acara deklarasi mendukung capres-cawapres Prabowo-Sandi :

 

Dan berikut ini keanehan keterangan Yaza saat diwawancarai TVOne

Saat diwawancarai, Yazza Azzahra bisa menjelaskan dengan sangat detail secara kronologis proses pencoblosan ilegal sampai penangkapan. Agak sulit masuk diakal, jika dia tahu persis mulai dari pencoblosan, seperti dia terlibat dalam skenario ini.

Di pertanyaan pertama Yazza mengaku tidak tahu siapa pelakunya. “Siapa pelakunya? Disuruh siapa?” tanya reporter TV One.

“Tidak tahu, karena saat kita grebek mereka lari,” jawab ketua Panwaslu Kuala Lumpur itu dengan terbata-bata.

Reporter TV One itu kembali bertanya kepada Yazza. Keanehan mulai terlihat saat Yazza menjawab pertanyaan lanjutan.

“Ada video yang beredar, itu video halus, video bagus direkam dengan santai ada orang yang mencoblosin surat suara, itu kan ilegal. Apa mereka tidak tahu itu? Kok santai saja direkam videonya malah diajak ngobrol juga mau?” tanyanya lagi.

Dijawab oleh Ketua Panwaslu, “Saya rasa mereka tahu, tapi karena dibayar 50 sen per surat suara, mereka tetap mau lakukan itu.”

Padahal Yazza awal mengaku tidak tahu. Malah menjawab tahu bayarannya berapa. Mungkinkah Ketua Panwaslu itu sudah tahu kasus ini dari awal dan sengaja membiarkan dan tidak mencegah? Atau bahkan dia ikut terlibat dalam konspirasi ini?

Sangat aneh ketika Ketua Panwaslu Kuala Lumpur juga tahu persis berapa surat suara yang dicoblos, yaitu 10.000 hanya dalam waktu kurang dari 2 jam kejadian, padahal surat berserakan dan berada dalam kresek hitam dan jumlahnya banyak.

Yang paling mencolok adalah berkali-kali saat diwawancara di TV One itu, Ketua Panwaslu berbicara setelah dibisiki oleh orang di sebelahnya yang memakai atribut resmi BPN 02.

“kejadian membuat shock pendukung 02, dan surat suara dicoblos 01,” sebut Yazza tanpa ada kata dugaan, padahal dia bukan petugas yang berwajib.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA