Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

TERBONGKAR...! Lembaga Survei INES Ternyata Alat Propaganda "Partai Gerindra dan Prabowo"

Indah Pratiwi Budi - 11/04/2019 12:01

Beritacenter.COM - Bukan kebetulan bahwa Arief Poyuono yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra adlah pemilik Indonesia Network Election Survei (INES), sebuah lembaga survei kontroversial yang hasilnya berbeda dengan hasil survei lembaga-lembaga lain dan tendensius kepada kubu Prabowo, serta mendapat dana milyaran rupiah dari Amerika.

Lembaga survei yang awal Mei lalu merilis hasil survei yang mengejutkan. Lembaga ini merilis jika pilres dilaksanakan hari ini, Prabowo akan mengungguli capres pertahana Joko Widodo. Presentasenya, Prabowo meraih 50,20 persen, Jokowi 27,70 persen, Gatot Nurmantyo 7,40 persen, dan tokoh lainnya 14,70 persen.

Sementara saat menggunakan pertanyaan tertutup, data INES juga menunjukkan Prabowo masih tetap unggul dengan perolehan suara di atas 54,50 persen. Sementara Jokowi mendapatkan 26,10 persen, Gatot Nurmantyo 9,10 persen, dan tokoh lain 10,30 persen.

Bukan hanya Prabowo yang hasilnya moncer di survei. Partai Gerindra yang didirikan mantan Danjen Kopassus tersebut juga meroket. Partai berlambang kepala garuda tersebut memuncaki hasil survei dengan angka 26,2 persen disusul PDI Perjuangan (14,3 persen), Golkar (8,2 persen), PKS (7,1 persen), Perindo (5,8 persen), PKB (5,7 persen), PAN (5,8 persen) , Demokrat (4,6 persen), PPP (3,1 persen), Nasdem (3,1 persen), Hanura (2,3 persen), PBB (2,1 persen), PKPI (0,9 persen),Berkarya (0,7 persen), Garuda (0,4 persen) dan PSI (0,1 persen).

Survei ini berbeda jauh dengan hasil survei lembaga-lembaga lain, yang masih menempatkan Jokowi di atas Prabowo.

Hasil survei kemudian mengundang pro dan kontra. Banyak yang tidak percaya dengan hasil survei itu. Bahkan ada tudingan jika INES berafiliasi dengan Partai Gerindra.

Kecurigaan itu tidak lepas dari masa lalu INES yang sempat jadi perbincangan sebelumnya, yakni di Pilpres 2014, yang kala itu memenangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sementara hasil hitung cepat KPU memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Mantan Direktur Eksekutif INES, Irwan Suhanto menyebut bahwa INES merupakan lembaga survei alat propaganda Partai Gerindra dan Capresnya Prabowo Subianto. Ia bahkan mendapat sejumlah tekanan saat memilih mundur dari INES karena tidak mau mengambil risiko atas rencana lembaga itu menjadi alat propaganda Prabowo dalam Pilpres.

Irwan menengarai ada oknum partai politik yang mengintervensi survei mantan lembaganya itu. Irwan yang keluar dari INES pada 20 Juni 2014 menceritakan hal itu pada acara diskusi kebebasan penyiaran quick count di kantor YLBHI, Jakarta, Rabu, 16 Juli, 2014. “(Setelah saya keluar dari INES) 12 Hari kemudian ada survei INES yang memenangkan Prabowo-Hatta,” kata Irwan kala itu.

Dirinya lantas terheran-heran dengan kemunculan survei itu. Saat dirinya belum keluar dari INES, sama sekali tak terdengar adanya rencana menggelar survei. Menurutnya, tak mungkin survei dilaksanakan secepat itu, apalagi hanya dalam waktu 12 hari.

Namun demikian, Irwan tak menuduh adanya intervensi langsung dari Prabowo atau Partai Gerindra di INES. Dia malah menuding ada oknum di Gerindra yang melakukan rekayasa survei atau melakukan manipulasi survei untuk kepentingan partainya.

Tapi Arief Poyuono justru yakin hasil survei INES terkini diyakini paling sahih. Survei lembaga lain dianggapnya ngawur. “Yang paling bener itu INES. Artinya INES jarang sekali mengeluarkan hasil surveinya, tapi tepat,” ujar Arief, di Mess Aceh Amazing Hotel, Menteng, Minggu (6/5).

Selama ini oposisi selalu menuduh Jokowi antek asing, padahal dengan adanya keterlibatan AS dalam pendanaan INES menjadi bukti bahwa Prabowo-lah yang menjadi antek asing.




Berita Lainnya

Pemeran Foto Syur PNS Tertangkap di Purwakarta

20/09/2019 14:31 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA