Friday, 19 Apr 2019
Temukan Kami di :
Politik

"Bola Panas" Antara Demokrat Dengan Gerindra "Terus Bergulir", SBY Disebut "Jendral Kardus" Arief Pouyono

Indah Pratiwi Budi - 10/04/2019 17:00

Beritacenter.COM - Bola Panas antara Partai Demokrat dengan Partai Gerindra terus bergulir setelah saling serang foto mesum antara Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dengan Wakil Ketua Partai Gerindra, Arief Pouyono .

Kali ini Wakil Ketua Partai Gerindra, Arief Pouyono menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai “Jendral Kardus”, karena kader Demokrat paling banyak terjerat kasus korupsi.

Pernyataan politisi Demokrat Andi Arief itu kini membuat panas koalisi Prabowo Subianto. Arief telah bersikap tak sopan dan menjatuhkan harga diri SBY.

Sejak awal Demokrat dan Gerindra memang udah tidak akur dan saling serang, meskipun saat ini mereka berkoalisi, namun Demokrat sering berseberangan dengan Gerindra.

Pernyataan Arief Pouyono secara terang-terangan dengan menyebut SBY Jendral Kardus sesungguhnya telah menghina SBY.

Saat itu, Arief Pouyono geram dengan kicauan Andi Arief yang menyebut Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus.

“Wah dia mah salah, sebenarnya Jenderal kardus itu bos-nya Andi Arief yang suka terima kardus-kardus. Gini lho kalau Jenderal kardus itu Jenderal yang mimpin partai politik sering terima kardus. Kalau Prabowo itu Jenderal yang suka keluar duit,” katanya melalui pesan singkat yang diterima merdeka.com, Rabu (8/8).

Arief mengatakan, hal itu sudah terbukti karena banyak kader Demokrat yang terjerat kasus korupsi.

“Contohnya kan banyak antek-anteknya Demokrat yang jadi kader-kadernya Demokrat yang jadi koruptor, berkardus kardus duit dirampok gitu sama kadernya kan dan dipenjara sama KPK kan. Nah itu baru Jenderal kardus. Jenderal yang suka mengkoleksi kardus, kardus kardus duit gitu loh,” tegasnya.

Dia membantah tudingan Andi yang menyebut Prabowo lebih memilih uang ketimbang perjuangan. Uang yang dimaksud karena Sandiaga Uno yang disebut Andi mengguyur PAN dan PKS masing-masing Rp 500 miliar untuk kontestasi Pilpres 2019.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA