Monday, 19 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Kampaye Prabowo "Memecah Belah", Kampaye Jokowi "Kebinekaan"

Indah Pratiwi Budi - 10/04/2019 16:30

Beritacenter.COM - Kampanye akbar capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang di laksanakan di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2019) kemarin menyisahkan keprihatinan dikalangan elit politik dan juga masyarakat luas.

Bahkan Partai pendukung paslon 02, Demokrat mengatakan konsep kampanye Prabowo-Sandi tidak mencerminkan ‘Indonesia untuk Semua’. Hal itu disampaikan Soesilo Bambang yudhoyono (SBY) yang menyoroti pelaksanaan kampanye Prabowo-Sandi dari singapura.

SBY pun mengkritisi habis-habisan segala kebobrokan kampanye akbar Prabowo di GBK, sejak dari perencanaan.

Mulai dari kampanye yang tak lazim, tak inklusif, menabrak akal sehat, menabrak akal sehat dan rasionalitas, tidak mencerminkan ‘Indonesia untuk Semua’, tidak mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan, tidak mencerminkan persatuan atau ‘Unity in Diversity’ alias ‘Kesatuan dalam Keragaman’, mengandung nuansa demonstrasi serta ‘show of force’ identitas berbasis agama, etnis, kedaerahan, ideologi, paham serta polarisasi politik yang ekstrem, tidak mengandung semangat ‘Semua Untuk Semua’ , atau ‘All For All’, memecah belah rakyat sebagai pro Pancasila dan pro khilafah, serta lebih memilih membakar sikap dan emosi rakyat untuk saling membenci dan memusuhi saudara-saudaranya yang berbeda dalam pilihan politik secara ekstrem ketimbang mengedepankan platform, visi, misi dan solusi.

Beda Kampaye Prabowo dengan Jokowi, sedangkan Jokowi sepaham dengan saran yang diutarakan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahwa dalam berkampanye harus menonjolkan kebinekaan (bhinneka tunggal ika).

"Saya sepakat sekali bahwa setiap kampanye, yang dikemukakan itu, kebanyakan keberagaman, dan yang penting adalah kesatuan kita sebagai negara. Saya kira memang seperti itu," kata Jokowi kepada media usai kampanye terbuka di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4/2019).

Menurut Jokowi, hal itu menjadi payung untuk mengingatkan masyarakat bahwa pemilu hanyalah kontestasi lima tahun sehingga jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan bangsa.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA