Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Pengamat Politik The Habibie Institute Sebut Jokowi Berpotensi Menang Besar

Indah Pratiwi - 10/04/2019 10:33

Beritacenter.COM - Pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dinilai menang besar di Pilpres 2019. Pengamat Politik dari The Habibie Insititute, Bawono Kumoro menyebutkan Jokowi lebih banyak berbicara gagasan ketimbang rival politiknya.

"Sangat wajar apabila hasil survei menunjukkan Jokowi selaku petahana masih unggul cukup jauh dari Prabowo Subianto," kata Bawono Kumoro di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Dia melanjutkan, bukan unggul saja, dalam sejumlah survei, kemenangan Jokowi juga diprediksi menang oleh The Economist Intelligence Unit. The Economist mengungkapkan tiga faktor yang menyebabkan Jokowi akan mengungguli lawannya.

Alasan pertama Jokowi lebih unggul lantaran didukung oleh banyak partai politik dan legislator yang ada di baliknya. Kedua, bukti keberhasilan Jokowi dalam menjaga kondisi ekonomi makro serta peningkatan pada bidang kesehatan dan edukasi.

Ketiga, kata dia, Jokowi berhasil mengubah secara gradual kondisi infrastruktur nasional. Bawono menjelaskan, Jokowi selama lima tahun terakhir sudah melakukan banyak gebrakan luar biasa yang manfaatnya bisa dirasakan tak hanya oleh masyarakat di Pulau Jawa.

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan massif dan pesat dapat dirasakan oleh publik secara luas, bahkan oleh warga yang tinggal di luar pulau Jawa," katanya.

Buwono menilai dukungan kepada Jokowi terus mengalir mulai dari kalangan professional, almunus kampus-kampus ternama, ormas, hingga komunitas warga negara Indonesia di luar negeri. Ditambah, dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf juga didukung kelompok-kelompok yang lebih plural atau majemuk.

Di lain sisi, terlihat berbeda dengan kubu penantang yang semakin terkesan ekslusif. Menurut Bawono, kesan eksklusivitas dukungan yang sangat terlihat di kubu 02 bisa menjadi boomerang di tengah tuduhan politik identitas yang sering disematkan kepada Prabowo-Sandi.

"Pasangan Prabowo-Sandi seperti hendak menegaskan diri sebagai pemimpin bagi satu kelompok saja," tegasnya.




Berita Lainnya

Sah Revisi UU KPK, Istana: Ini Sudah Final

17/09/2019 15:29 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA