Friday, 19 Apr 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Wali Kota Pontianak Sempat Terjunkan Tim Selidik Insiden Pengeroyokan Audrey

Aisyah Isyana - 10/04/2019 02:12

Beritacenter.COM - Kasus pengeroyokan yang menimpa siswi SMP di Pontianak, Audrey (14), menyita perhatian warganet dunia maya. Saat ini, Pemerintah Kota Pontianak sendiri turun tangan menerjunkan tim untuk menyelidiki duduk perkara kasus penganiayaan tersebut.

"Yang pasti kita sudah dapatkan informasi. Kan pertama kita turunkan juga tim dari Diknas (Dinas Pendidikan), tim investigasi kenapa sampai terjadi peristiwa ini," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat dihubungi, Selasa (9/4/2019).

Baca juga :

Berdasarkan informasi Dinas Pendidikan Pontianak, peristiwa pengeroyokan yang menimpa Audrey bermula dari pertemanan di media sosial. Edi mengatakan, Audrey dan terduga pelaku sempat berinteraksi di medsos.

"Nah, ternyata dari permasalahan pertemanan, dari komentar di medsos, seperti itu. Terus kenapa terjadi kekerasan, nah ini yang sedang diselidiki oleh pihak kepolisian," terang Edi.

Kendati begitu, Edi enggan menjelaskan rinci terkait peristiwa pengeroyokan yang menimpa Audrey, lantaran sudah masuk ranah kepolisian. Menurutnya, pihaknya akan tetap memberi pendampingan, dukungan serta bantuan untuk Audrey.

"Ya, kita mengikuti perkembangan. Karena kalau sudah masuk ranah hukum, kita tidak bisa intervensi. Kita cuma bisa memediasi," terang Edi.

"Ya itu (bantuan pengobatan) insyaallah, kita bisa memberikan bantuan supaya bisa cepat kondusif," imbuhnya.

Kasus pengeroyokan yang menimpa Audrey itu saat ini tengah ditangani Polres Pontianak. Insiden pengeroyokan yang menimpa Audrey ini terjadi pada 29 Maret 2019. Pengeroyokan itu membuat Audrey harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Pihak kepolisian sudah memeriksa orang tua Audrey. Atas adanya peristiwa yang menimpa putrinya, orangtua Audrey menegaskan jika pihaknya ingin kasus terus berlanjut, bukan malah berakhir damai. Dia ingin pelaku mendapat efek jera.

"Saya tidak mau damai, saya mau lanjutkan agar pelaku dapat efek jeranya," kata ibunda Audrey, Lilik, saat dihubungi, Selasa (9/4).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA