Friday, 19 Apr 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Edan! Siswi SMA Keroyok dan "Colok" Kelamin Siswi SMP di Pontianak

Fani Fadillah - 09/04/2019 19:47

Beritacenter.COM - Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng, seorang siswi SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat berinisial AU (14) harus menjalani perawatan intensif usai dianiaya oleh sejumlah siswi SMA.

Penganiayaan itu terjadi pada 29 Maret 2019 lalu. Akibatnya, kini korban mengalami luka fisik dan psikis yang cukup parah.

Baca juga:

Menurut keterangan ibu korban, LK mengatakan kejadian itu bermula saat anaknya dijemput oleh salah satu dari siswi SMA tersebut. AU dijemput di kediaman kakeknya. Oknum siswi SMA ini meminta AU mempertemukan dengan kakak sepupunya, PO. Dengan alasan, ada yang ingin dibicarakan mereka.

Ternyata, total ada empat siswi yang hendak membawa AU agar bisa mempertemukan mereka dengan PO. "Anak saya bilang, lokasinya ada bacaan gedungnya Paviliun,” ungkap LK sambil menitikan air mata, kemarin.

Setelah bertemu, PO terlibat baku hantam dengan siswi SMA yang berinisial DE. Tiga teman DE turut melakukan kekerasan terhadap AU. Mulai dari pem-bully-an, penjambakan rambut, penyiraman air, hingga membenturkan kepala AU ke aspal. Bahkan menginjak perut AU. “Saat anak saya bangun, mukanya ditendang dengan sendal gunung (oleh EC, red),” kisah LK.

Setelah terbaring, dalam kondisi tidak berdaya, pelaku lain berinisial TI dan LA, terus melakukan pemukulan. Parahnya, ada pelaku yang coba merusak keperawanan korban dengan "mencolok" kelaminnya.

"Yang saya tidak terima, ada siswi yang SMA, mau merusak kelamin anak saya,” lirih LK, sambil menangis.

Lanjut dia mengatakan, memang ada tiga siswi yang diduga melakukan kontak fisik dengan AU. Namun, di lokasi kejadian terdapat delapan hingga 12 siswi lain yang ikut menyaksikan penganiayaan itu. Mereka hanya tertawa, tanpa berupaya menolong korban.

"Anak saya depresi, tertekan, traumatik, terus psikisnya sudah terkena,” ucapnya.

Apalagi AU yang mengidap penyakit asma ini juga kerap mengigau. Seolah-olah masih dalam penganiayaan, akibat tingkat trauma yang tinggi. Dengan kejadian ini, pihak keluarga tetap melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum. Untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.

“Saya maafkan dia. Tapi untuk proses hukum harus berlanjut,” tegas LK.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Fety Rahma Wardani menyatakan akan terus mengawal kasus ini. "Kita akan tetap melanjutkan proses ini ke tingkat yang lebih tinggi. Yakni sidang pengadilan. Tidak ada kata damai,” tegas Fety.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA