Friday, 19 Apr 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Dulu Nikmatin Kebocoran APBN Prabowo "Diam", Sekarang Teriak-teriak "APBN Bocor"

Indah Pratiwi Budi - 09/04/2019 15:30

FOKUS : Prabowo

Beritacenter.COM - Isu kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) masif dilontarkan lawan-lawan politik untuk kritik pemerintah Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Bahkan teranyar, isu kebocoran APBN ini mencuat menyusul hasil Litbang KPK yang menemukan adanya angka kebocoran yang cukup tinggi pada APBN.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut jika tidak bocor, total APBN Indonesia mestinya mencapai Rp4.000 triliun. Adapun saat ini, total APBN berkisar Rp2.439 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Eva Kusuma Sundari, menyebut kebocoran APBN sudah ada sejak zaman orde baru dan jumlahnya terus menurun seiring perpindahan rezim.

“Kalau soal bocor itu sudah penyakit sejak zaman Pak Soeharto, bahkan lebih parah. Karena dulu APBN itu tidak satu pintu, tapi banyak pintu. Sehingga Pak Harto bikin Kepres banyak banget hanya untuk memastikan duit itu terawasi melalui proses politik yang transparan,” kata Eva di Jakarta.

Eva mengakui, adanya kebocoran anggaran hingga saat ini. Namun, jumlahnya tidak sebesar pada zaman orde baru.

“Tapi saya yakinkan kalau nanti pelaksanaan e-budgeting, e-procurement, e-planing, dilaksanakan seperti di DKI pada zamannya Pak Jokowi dan ini berlaku di seluruh Indonesia maka tidak akan ada lagi peluang bocor yang direncanakan,” jelas dia.

Anggota Komisi Keuangan DPR RI ini menegaskan, bahwa pemerintah Jokowi sudah mengelola APBN dengan benar. Hasil pengelolaan itu sudah dibuktikan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Predikat itu diberikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dalam dua tahun berturut-turut pada 2016 dan 2017.

“Jadi kalau mau tidak bocor ya pilih Pak Jokowi,” tegasnya.

“Kalau Pak Prabowo tidak mempunyai rencana e-budgeting dan tetap ngomel tentang kebocoran, ya akan langgeng kebocoran itu. Jadi yang penting itu apa solusinya. Kalau Pak Jokowi solusinya e-budgeting. Dalam e-budgeting itu ada transparansi anggaran,” tambahnya.




Berita Lainnya

Pesan Aa Gym Ke Pendukung Prabowo-Sandi

19/04/2019 13:33 - Anas Baidowi

DPR Puji Polri dan TNI Berhasil Amankan Pemilu

19/04/2019 03:08 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA