Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

TKN Soal Ekonomi R1 5% Ndasmu: Wawasan Prabowo Cetek dan Rendahkan Bangsa Sendiri

Lukman Salasi - 09/04/2019 06:32

BeritaCenter.COM - Kritik Capres nomor 02 Prabowo Subianto terhadap pertumbuhan ekonomi RI dengan sebutan ndasmu mendapat tanggapan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin. 

Saat kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta (7/4/2019), Prabowo mengeluarkan umpatan 'ndasmu' atau berarti 'kepalamu' untuk pertumbuhan ekonomi 5%.

TKN menilai kritikan Prabowo Subianto bukti dangkalnya wawasan Prabowo soal ekonomi Indonesia  dan global. Prabowo juga dinilai merendahkan kerja keras bangsa sendiri.

"Kata ndasmu yang digunakan Prabowo ketika meres[on ekonomi tumbuh 5%, jelas narasi yang bukan hanya merendahkan Jokowi, tapi juga kerja keras bangsanya sendiri," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ace meminta Prabowo lebih terbuka lagi wawasannya jika mau bergaul dengan para ekonom yang benar. Sehingga bisa mengetahui bahwa capaian 5% di tengah ketidakpastian global itu merupakan hal yang perlu diapresiasi.

Sikap Prabowo dinilai Ace justru memunculkan sikap pesimisme terhadap perekonomian nasional. Padahal dunia internasional banyak yang mengapresiasi.

Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus juga ikut berkomentar bahwa pertumbuhan ekonomi di level 5% merupakan capaian yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"5,2% itukan sudah sangat baik. Setahu saya negara tumbuh dengan positif itu hanya 4 negara dan Indonesia ada yang salah satunya," kata Lodewijk di Kantor DPP Golkar Jakarta Barat, Senin (8/4/2019).

Menurut Lodewijk, ekonomi Indonesia yang tumbuh di level 5% juga akan membawa tanah air sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-lima pada tahun 2030.

"Tahun 2030 nanti kita tahu ada beberapa lembaga konsultan menyatakan tahun 2030 kita menjadi negara maju. Sekarang ini kita sudah di G20, rangking 15 malah, kalo ada G15 kita sudah masuk G15," ujar dia.

"Jadi mari kita optimis lihat perjalanan bangsa ini untuk menyongsong Indonesia lebih maju pada tahun 2030 dan 2045 nanti," sambungnya.




Berita Lainnya

Politisi Muda Ini Tolak Keras Revisi UU KPK

09/09/2019 10:35 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA