Wednesday, 19 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

H -12 Pencoblosan, Survei Y-Publica Merilis Jokowi Masih Ungguli Prabowo

Dewi Sari - 06/04/2019 00:00

Beritacenter.COM - Jelang H -12 pencoblosan, Pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin elektabilitasnya masih mengguli pasangan dari Prabowo Sandi.

Hal itu terbukti berdasarkan hasil survei Y-Publica, yang merilis pasangan Jokowi mencapai 53,1 persen, sedangkan Prabowo 32,8 persen.

"Meskipun elektabilitas terus meningkat, sangat sulit bagi Prabowo-Sandi untuk mengalahkan Jokowi-Ma'ruf, bahkan jika berhasil meraup seluruh suara undecided voter sebanyak 14,1 persen," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, Jumat (5/4).

Rudi mengatakan meskipun elektabilitas Jokowi sempat turun namun kepuasan publik dengan kinerja pemerintah terus meningkat.

"Masa kampanye yang panjang menjadi ajang bagi kubu oposisi untuk melancarkan kritik terhadap kelemahan petahana," jelasnya.

Figur Jokowi dan Prabowo masih menjadi faktor utama yang mendongkrak elektabilitas dua partai politik (utama) pengusung paslon.

Dengan elektabilitas 26,5 persen, PDIP diprediksi memenangkan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019. Gerindra menyusul sebagai runner up dengan elektabilitas 14,3 persen. PDIP dan Gerindra bersama dengan Golkar, PKB, dan Demokrat menempati posisi lima besar parpol yang diprediksi lolos ambang batas parlemen.

"Yang menarik, parpol-parpol nasionalis mengalami pelemahan elektabilitas dalam 1-3 bulan terakhir, hanya PKB yang cenderung naik," lanjut Rudi.

Elektabilitas Golkar mencapai 8,6 persen, PKB 7,8 persen, dan Demokrat 5,2 persen. Sebaliknya, parpol-parpol papan tengah cenderung meningkat elektabilitasnya, kecuali PPP dan Perindo. Nasdem memimpin dengan elektabilitas 3,9 persen, diikuti PKS 3,8 persen, PSI 3,6 persen, dan PAN 3,3 persen.

"PPP (2,8 persen) tampaknya terpengaruh penangkapan ketua umum Romahurmuzy, sedangkan Perindo (1,8 persen) masih berpeluang lolos threshold," ujarnya.

Pada papan bawah adalah parpol-parpol yang diprediksi tidak lolos ambang batas. Hanura mengalami penurunan elektabilitas paling tajam, hingga tersisa 0,9 persen. Lainnya adalah PBB (0,8 persen), Berkarya (0,6 persen), PKPI (0,5 persen), dan Garuda (0,4 persen).

"Masih ada sebanyak 15,1 persen menyatakan belum memutuskan atau tidak menjawab," pungkas Rudi.

Berikut adalah hasil lengkap elektabilitas partai politik:

PDIP: 26,5 persen
Gerindra: 14,3 persen
Golkar: 8,6 persen
PKB: 7,8 persen
Demokrat: 5,2 persen
Nasdem: 3,9 persen
PKS: 3,8 persen
PSI: 3,6 persen
PAN: 3,3 persen
PPP: 2,8 persen
Perindo: 1,8 persen
Hanura: 0,9 persen
PBB: 0,8 persen
Berkarya: 0,6 persen
PKPI: 0,5 persen
Garuda: 0,4 persen
Belum memutuskan/Tidak jawab: 15,1 persen




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA