Friday, 19 Apr 2019
Temukan Kami di :
Politik

Menjelang Hari Pencoblosan "Koalisi Kardus Pecah", Ini Buktinya...

Indah Pratiwi Budi - 05/04/2019 14:55

Beritacenter.COM - Ketidak harmonisan hubungan partai Gerindra dengan Demokrat jelang hari pencoblosan akan menjadi pil pahit bagi koalisi adil makmur ini. Pasalnya, bagi-bagi kursi menteri telah memperuncing kekecewaan partai besutan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Indikasi koalisi partai politik pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak lagi solid sudah diramalkan sejak jauh jauh hari. Sehingga tidak heran jika hingga saat ini terdapat silang pendapat. Ketidaksolidan tersebut akan berdampak buruk bagi roda pemerintahan jika Prabowo menang.

Hingga akhirnya dipertegas dengan pernyataan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengaku telah membahas nama-nama calon menteri bersama Capres Prabowo Subianto.

Prabowo kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengungkapkan telah menyiapkan tujuh kursi menteri untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan enam kursi untuk Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). Sementara, jatah untuk Partai Demokrat dan Berkarya masih dalam pembahasan dan dipertimbangkan.

Baca Juga :

“Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri untuk PAN, enam untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas. Demokrat belum definitif,” kata Hashim saat ditemui di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta Pusat, Senin (1/3).

Pengamat politik Emrus Sihombing menyebut ada indikasi koalisi partai politik pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak lagi solid.

Dua pekan menjelang pemungutan suara, Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono justru menyampaikan ketidaksetujuan partainya soal pembagian kursi di kabinet jika capres-cawapres 02 menang di Pilpres 2019.

“Tidak ada pesan politik di ruang hampa, pasti ada agenda politik Partai Demokrat di sana,” kata Emrus Sihombing di Jakarta, Rabu.

Menurut Emrus, pesan Agus itu dimaknai publik bisa dari sisi ideologisnya, tapi bisa pula dimaknai ketidaksetujuan Agus pada bagi-bagi kekuasaan itu.

Tak menutup kemungkinan, Demokrat akan mematikan mesin menjelang Hari-H Pemilihan Presiden. Bahkan mungkin juga mereka akan berbalik badan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi kader-kader Demokrat di daerah sudah secara terang-terangan ada yang menyatakan dukungan ke capres 01.

Ketika berkampanye di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (2/4), AHY mengatakan, sampai saat ini Partai Demokrat belum menganggap jatah bagi-bagi mentri merupakan sebuah urgensi.

Partai Demokrat, kata dia, lebih memilih untuk mempedulikan dan menyejahterakan masyarakat lewat ajang pemilu.

“Kita lebih fokus terhadap permasalahan rakyat yang sedang dihadapi hari ini dan 5 tahun yang akan datang. Demokrat hadirkan solusi melalui 14 prioritas untuk rakyat,” ungkapnya.

Baca Juga :

“Saya khawatir justru isu semacam ini (bagi-bagi kursi menteri) bisa melukai rakyat,” tambahnya.

Emrus menyoroti penggunaan kalimat “melukai hati rakyat” yang digunakan Agus.

Ia menilai kalimat itu justru akan merugikan capres 02, sementara Partai Demokrat masih berada di koalisi partai pendukung capres 02. Sebaliknya, kalimat itu justru menguntungkan capres 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Dari segi komunikasi politik, itu suatu pilihan kata yang menguntungkan capres 01 dan merugikan capres 02. Pernyataan ini menunjukkan ada sesuatu di internal koalisi capres 02. Ini indikasi adanya ketidaksolidan di internal koalisi,” kata Emrus.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA