Wednesday, 17 Jul 2019
Temukan Kami di :
Kesehatan

Gara-Gara Behel Palsu, Bibir Perempuan Ini Bernanah dan Bau Busuk

Fani Fadillah - 04/04/2019 11:45

Beritacenter.COM - Tidak sedikit orang yang hanya memikirkan soal kuantitas dibanding kualitas, hal itu mungkin masih bisa ditolerir jika hanya untuk fashion. Namun hal itu bisa jadi berbahaya jika melibatkan soal kesehatan.

Contohnya pemutih wajah yang mengandung merkuri, alat pemutih gigi yang tak sesuai anjuran dokter, hingga kawat gigi alias behel murahan yang masih dijual bebas. Semua produk ini biasanya menawarkan hasil yang instan, tapi Anda mesti sadar risiko besar akan terjadi setelahnya.

Seperti yang dialami perempuan asal Malaysia ini. Gara-gara menjajal kawat gigi murahan dan dipasangkan di tempat yang tidak terverifikasi, alhasil bagian mulutnya terkena dampak menyeramkan. Bagian bibirnya mendadak bengkak hingga mengeluarkan nanah berbau busuk.

Curhatan mengenai kasus ini viral di laman Worldofbuzz. Diketahui di sana, kawat gigi yang digunakan perempuan yang tidak diketahui namanya tersebut adalah produk palsu. Itu diungkapkan seorang dokter gigi bernama Azila di Facebook pribadinya.

Azila menjelaskan, apa yang dialami si perempuan itu memang menjadi risiko terburuk dari penggunaan kawat gigi palsu. Kondisi tidak sehat ini biasanya diawali dengan demam yang sangat tinggi hingga muncul perubahan kondisi mulut, khususnya di bagian bibir.

Azila menjelaskan, si perempuan "sial" ini berani menggunakan kawat gigi palsu karena merasa iri dengan teman-temannya yang sudah menggunakan terlebih dulu. Tren tersebut yang kemudian membuat si perempuan nekat membeli produk "abal-abal" itu. Padahal, jika dilihat dari struktur gigi, tidak begitu masalah hingga harus menggunakan kawat gigi.

Karena kepalang nekat ikut tren, si perempuan akhirnya mencoba produk palsu tersebut dengan iming-iming harga murah dan produk kawat gigi yang tak jauh berbeda dengan kawat gigi asli yang harganya sangat mahal.

Si perempuan ini mendapatkan kawat gigi palsu seharga RM 190 atau sekitar Rp600 ribuan. Biaya itu, termasuk alat dan pemasangan kawat gigi. Karena dinilai "murah" akhirnya si perempuan setuju untuk melakukan tindakan dan anehnya, pemasangan dilakukan di rumahnya sendiri.

Usai menggunakan kawat gigi selama seminggu, dampak pemakaiannya mulai terasa. Bibirnya jontor dan nanah keluar karena luka yang ditimbulkan kawat gigi tersebut. Karena kondisi itu juga tubuhnya demam tinggi dan akhirnya dia tidak bisa beraktivitas selama 3 hari.

Tidak mau tinggal diam, si perempuan mengadukan kondisinya itu ke "dokter gigi" yang memasangkan kawat giginya. Si "dokter" menjelaskan kalau apa yang dialami itu hal biasa dan semua pengguna kawat gigi pasti pernah merasakannya juga.

Dan ternyata informasi itu sesat!. Hal itu diketahui setelah dia pergi ke dokter umum karena kondisi yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Dijelaskan si dokter sungguhan, apa yang terjadi pada si perempuan karena penggunaan produk "abal-abal" dan kondisi yang dialami ialah karena bakteri yang dibiarkan tinggal di sana dan kualitas dari produk abal-abal tersebut.

Karena tubuhnya semakin parah, si perempuan harus dirawat di rumah sakit selama dua hari. Dokter rumah sakit itu pun menyarankan untuk si perempuan melepaskan kawat gigi palsu tersebut. Untuk tindakan itu, dokter berlinsensi pun dia panggil dan biaya pelepasan dan pengobatan yang mesti dia bayarkan seharga RM 650 atau sekitar Rp 2,2 juta. Kerugiannya malah lebih mahal daripada harga pasang kawat gigi palsu di awal, ya.

Dokter Azila dalam keterangannya di Facebook kembali menyarankan untuk Anda tidak tergiur dengan produk kawat gigi palsu. Sebab, dampak yang bakal terjadi benar adanya dan Anda yang akan menyesal sendiri!




Berita Lainnya

Inilah 5 Cara Kurangi Resiko Kena Kanker

16/07/2019 06:15 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA