Wednesday, 17 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Gus Ipul Sebut Aksi Penghadangan Ma'ruf Amin di Pamekasan Bukan Karakter Madura

Lebih-lebih jika tamunya adalah seorang ulama. Maka itu, kejadian di Pamekasan ini aneh, bukan karakter Madura. Mungkin ada kesalahpahaman, atau terprovokasi, ini bukan asli Madura

Aisyah Isyana - 02/04/2019 17:41

Beritacenter.COM - Adanya peristiwa penghadangan sekelompok massa terhadap kedatangan Cawapres Ma'ruf Amin di Pamekasan, sangat disayangkan terjadi oleh salah satu Ketua PBNU, Saifullah Yusuf. Menurutnya, peristiwa itu tak mencerminkan karakter Madura.

Pria yang karib disapa Gus Ipul ini mengaku prihatin dan menyayangkan terjadinya aksi penghadangan tersebut. Menurutnya, setiap paslon diperbolehkan untuk kampanye sesuai ketentuan KPU, sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang.

Baca juga :

"Kita prihatin sekaligus menyesalkan aksi penghadangan terhadap salah satu calon wakil presiden yang sebenarnya diperbolehkan menurut Undang-undang untuk melakukan perjalanan politik ke manapun sesuai ketentuan KPU," kata Gus Ipul di Surabaya, Selasa (2/4/2019).

Gus Ipul mengaku khawatir aksi penghadangan serupa turut terjadi terhadap calon lainnya, jika kejadian seperti itu dibiarkan. Oleh karenanya, dia berharap penghadanngan seperti yang terjadi di Pamekasan kemarin dapat dicegah sejak awal.

"Bila ini terjadi dan dibiarkan, bisa memicu di tempat lain akan terjadi penghadangan serupa bagi calon lain," ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Selain itu, Gus Ipul meminta semua pihak terutama pendukung masing-masing calon agar dapat menahan diri. Menurutnya, pesta demokrasi seharusnya dapat berjalan damai dan tetap mempererat persatuan masyarakat.

"Ada sesuatu yang lebih besar yang harus dipikirkan bersama pascapemilu 17 April. Siapapun presidennya, rakyat ini harus sejahtera dan Indonesia menjadi semakin kuat. Itulah hal yang harus dijaga bersama-sama," imbuhnya.

Gus Ipul menambahkan, aksi penghadangan yang terjadi di Pamekasan itu sama sekali bukan karakter asli masyarakat Madura. Dia menilai, masyarakat Madura memiliki tradisi kuat untuk menghormati tamu.

"Lebih-lebih jika tamunya adalah seorang ulama. Maka itu, kejadian di Pamekasan ini aneh, bukan karakter Madura. Mungkin ada kesalahpahaman, atau terprovokasi, ini bukan asli Madura," pungkasnya.




Berita Lainnya

DPR Akan Bahas Amnesti Baiq Nuril Pekan Depan

17/07/2019 12:54 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA