Friday, 28 Feb 2020
Temukan Kami di :
News

Novel Diisukan Dekat dengan Gerindra, Eks Pansel KPK: Tak Boleh Seperti Itu, KPK Independen

Ya kita hanya bicara tidak boleh ada seperti itu, Kita tidak bicara Novel ya (tapi siapa pun penegak hukum di KPK, red). Ya nggak bolehlah ada kepertingan partai, KPK kan independen ya, tidak ada juga kepentingan dari eksekutif, gitu

Aisyah Isyana - 02/04/2019 12:47

Beritacenter.COM - Pakar Hukum dan Kejahatan Pencucian Uang, Yenti Garnasih mengatakan, para penegak hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus netral dan terbebas dari segala bentuk kepentingan politis. Hal itu ditegaskan Yenti menanggapi isu Novel Baswedan yang disebut dekat dengan partai Gerindra.

"Penegak hukum itu harus netral, tidak berafiliasi dengan partai, apalagi di KPK. Kita lihat sendiri di KPK itu banyak yang dijadikan tersangka atau kasus-kasusnya berkaitan dengan politisi, Caleg lah, atau anggota legislatif lah, atau Ketum Partai lahh, atau Kepala Daerah yang diusung partai lah," kata Yenti seperti dilansir GoNews, Senin (01/04/2019).

Baca juga :

Yenti yang juga bagian dari Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPK era saat ini mengaku heran dengan kedekatan yang dimaksud. Dia mempertanyakan kedekatan yang seperti apa yang terjadi antar Novel dengan partai Gerindra seperti yang diisukan.

"Kedekatan itu, maksudnya? Kedekatan yang seperti apa? Gitu, bukankah KPK itu selalu menjaga jarak dengan siapapun tadinya untuk menjaga netralitas?" kata Yenti.

Menurutnya, terlepas dari benar atau tidaknya isu Novel Baswedan dekat dengan Gerindra, afiliasi penegak hukum termasuk KPK dengan kekuatan politik tidaklah dibenarkan.

"Ya kita hanya bicara tidak boleh ada seperti itu, Kita tidak bicara Novel ya (tapi siapa pun penegak hukum di KPK, red). Ya nggak bolehlah ada kepertingan partai, KPK kan independen ya, tidak ada juga kepentingan dari eksekutif, gitu" jelasnya.

Sebagaimana diketahui, isu Novel Baswedan dekat dengan partai Gerindra santer jadi bahasan usai Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, menyebut Novel Baswedan atau Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung jika Prabowo menang di Pilpres 2019.

Senada dengan Andre, Wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra, Fadli Zon, membenarkan jika Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Selain itu, Waketum Gerindra lainnya, Arief Piuyono menyebut Novel adalah 'orang kita' atau dalam konteks orang Gerindra.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA