Thursday, 25 Apr 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Kembali Terulang, Paus Mati Akibat Sampah Plastik

Fani Fadillah - 02/04/2019 12:30

Beritacenter.COM - Seekor paus sperma ditemukan mati di Sardinia, Italia. Paus berukuran 8 meter itu diduga tewas lantaran terlalu banyak menelan sampah plastik, pasalnya ada 22 kilogram sampah plastik di dalam perutnya.

Penemuan itu mendorong organisasi lingkungan World Wildlife Foundation (WWF) menyerukan alarm bahaya sampah plastik di Laut Mediterania.

Baca juga:

WWF menyebutkan dari perut paus malang itu ditemukan sampah pipa pekerjaan listrik, piring plastik, tas plastik, tali pancing, dan plastik kemasan deterjen dengan kode batang (barcode) yang masih terbaca.

Paus betina itu terdampar di lepas pantai utara Sardinia pada minggu lalu, di dalam cagar alam laut Pelagos yang luas, lokasi yang dinilai surga bagi lumba-lumba, paus, dan kehidupan laut lainnya.

"Ini adalah pertama kalinya kami dihadapkan dengan seekor hewan dengan jumlah sampah yang sangat besar," kata Cinzia Centelegghe, seorang ahli biologi dari Universitas Padova kepada harian Turin La Stampa.

Pada saat pemeriksaan ditemukan janin yang telah mati dan dalam kondisi terdekomposisi. Para ahli mengatakan bahwa induk ikan paus tidak dapat mencerna cumi karena banyaknya plastik yang masuk ke perutnya.

Sampah plastik itu, kata WWF, merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan laut dan telah menewaskan sedikitnya lima paus lain selama dua tahun terakhir di Eropa dan Asia.

Paus sperma lainnya ditemukan mati di pulau Ischia Italia, dekat Napoli pada Desember lalu dengan kantong plastik dan benang nilon tebal di perutnya, tetapi plastik bukan penyebab kematian.

World Wildlife Foundation mengatakan antara 150.000 dan 500.000 ton benda plastik dan 70.000 hingga 130.000 ton mikro-plastik berakhir di laut Eropa setiap tahun.

Untuk mengatasi fenomena ini, Parlemen Eropa pekan lalu menyetujui undang-undang baru yang melarang berbagai produk plastik sekali pakai, termasuk piring dan sedotan, mulai tahun 2021.

Menteri Lingkungan Italia Sergio Costa, prihatin dengan kematian paus dan mengatakan ia berencana untuk mengusulkan undang-undang baru minggu ini untuk membatasi penggunaan plastik.

"Kami telah menggunakan plastik sekali pakai dengan cara yang riang di tahun-tahun ini, dan sekarang kami membayar harganya," katanya. “Perang plastik sekali pakai sudah dimulai. Dan kami tidak akan berhenti di sini. "




Berita Lainnya

Prabowo "Keok" Di Singapura, Jokowi "Makin Perkasa"

24/04/2019 06:53 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA