Tuesday, 10 Dec 2019
Temukan Kami di :
Politik

Penonton yang Tertawa Dilarang Hadiri Debat Ke-5, TKN: Gara-Gara Prabowo!

Fani Fadillah - 01/04/2019 16:17

Beritacenter.COM - Penonton yang menertawai Prabowo Subianto saat berbicara tentang pertahanan dalam debat keempat Pilpres 2019 tak diperbolehkan datang ke debat kelima. TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun menyalahkan Prabowo.

Anggota TKN, Inas Nasrullah Zubir yang saat itu juga hadir di venue debat keempat menjelaskan, saat Prabowo ditertawai tak hanya pendukung Jokowi yang tertawa melainkan juga dari kubu Prabowo.

Baca juga:

"TKN duduk di sayap sebelah kiri, kemudian di tengah adalah undangan dari kelompok masyarakat dan di sayap kanan adalah BPN. Kalau kita merefer kembali suasana debat pada tanggal 30 Maret 2019 yang lalu, maka sepengetahuan saya yang tertawa pada saat itu adalah sebagian dari TKN di sayap kiri belakang dan sebagian dari undangan dari kelompok masyarakat di bagian tengah," kata Inas, Senin (1/4/2019).

Menurutnya, KPU dan Komite Damai yang dibentuk untuk mengamankan debat tak boleh sewenang-wenang menyalahkan penonton yang tertawa. Justru Prabowo lah yang harusnya disalahkan.

"Akan tetapi KPU maupun Komite Damai tidak boleh sewenang-wenang menunjuk hidung bahwa mereka yang tertawa pada saat itu bersalah! Harus juga dilihat penyebabnya, karena kejadian tertawa tersebut bukan dibuat-buat melainkan spontan," ucap Inas.

"Penyebabnya adalah Prabowo Subianto sendiri! Di mana gestur maupun kalimat yang diucapkan pada saat itu layaknya seperti stand up comedy, yakni sebagai berikut: 'Saya bukan menyalahkan, saya berpendapat, kekuatan pertahanan kita masih rapuh, salah siapa? Salah nggak tahu saya. Lah! Ini argumen atau lelucon?" sebut Inas.

Anggota DPR itu meminta Prabowo tidak melucu jika enggan ditertawakan. Dia meminta KPU dan Komite Damai menegur Prabowo.

"Jadi, kalau Prabowo tidak ingin ditertawakan, maka janganlah memancing orang lain tertawa! Oleh karena itu Komite Damai dan KPU wajib menegur Prabowo Subianto dan tidak perlu mencari kambing hitam, yakni siapa penonton yang akan dikorbankan untuk tidak diundang lagi," jelas Inas.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA