Saturday, 22 Feb 2020
Temukan Kami di :
News

Remehkan TNI Di Saat Debat Capres, Ini Bukti "Prabowo Jenderal Penakut"

Indah Pratiwi Budi - 01/04/2019 12:15

FOKUS : Prabowo

Beritacenter.COM - Pada acara debat ke-4 yang diselanggarakan oleh KPU antara Capres nomor urut 01, Joko Widodo Dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam.

Setelah acara debat tersebut timbul pertanya besar untuk Calon Presiden nomor urut 02, Apakah Capres 02 "Jenderal Yang Penakut" ?

Kenapa pertanyaan ini timbul di tengah masyarakat ? hal tersebut terungkap setelah Prabowo yang membuat pernyataa bahwa "TNI kita lemah Dan tidak bisa berperang" dalam acara debat kemarin.

Tidak hanya itu saja Prabowo juga menyoroti tentang senjata-senjata yang digunakan oleh TNI udah kuno kalah dengan negara-negara lain.

Tanpa disadari oleh Prabowo, TNI Indonesia diakui dunia, dari berbagai macam kejuaran dan misi kemanusian TNI mampu bersangi dengan negara-negara yang hebat persenjataanya.

Inilah berapa Hal Prestasi TNI yang diakui Dunia :

- Kehebatan medis militer Indonesia diakui dunia

Dikutip Dari laman Merdeka.com, Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggara Kongres Medis Militer Internasional ke-41 untuk pertama kalinya. Acara yang diikuti 77 negara ini akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention pada tanggal 17-22 Mei 2015.

Menurut Ketua Komite Medik dan juga anggota panel ahli dokter presiden Brigjen TNI Terawan AP, pada dasarnya militer Indonesia sudah mempunyai prestasi dunia dan kemampuan prajurit medis yang sangat baik.

"Kesehatan militer kita mendapat prestasi di dunia. Kita punya kemampuan yang baik. Kebetulan kita berada di wilayah tropis, kita punya otomatis tropical sprue dan infection. Itu menjadi kemampuan luar biasa untuk prajurit-prajurit kesehatan kita," ujar Terawan kepada merdeka.com di gedung Kemhan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

- 8 Kali Juara Tembak Australia

Dikutip Dari laman liputan6, Kontingen TNI AD berhasil memborong 30 dari 50 medali emas dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Tak ketinggalan 16 perak dan 10 perunggu. Kemenangan ini merupakan yang ke-8 kalinya bagi Indonesia sejak 2008 lalu.

Kejuaraan tahun ini berlangsung pada 20-23 Mei 2015 di Puckapunyal, negara bagian Victoria dan diikuti 17 tim dari 15 negara.

Total 21 orang penembak dari Indonesia terdiri dari pejabat dan penembak profesional dari lingkungan TNI AD serta teknisi dari PT Pindad.

Selama perlombaan, tim Indonesia menggunakan empat jenis senjata, yaitu senapan buatan dalam negeri SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2 (Elite & Combat) dari PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia, dan senjata sniper AW buatan Inggris.

Sementara tentara Amerika Serikat hanya mendapatkan 4 medali emas, Inggris 3 medali emas, dan Australia 5 medali emas. Sedangkan, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina, New Zealand, dan Singapura masing-masing mendapatkan satu medali emas.

Kanada, Malaysia, Timor Leste, Tonga, dan Papua Nugini (PNG) tidak berhasil membawa pulang medali emas. Saat perlombaan tersebut, militer Amerika Serikat dan Australia meminta agar senjata buatan PT Pindad yang digunakan TNI dibongkar.

- Juara Tembak di Brunei

Kontingen TNI sukses menyabet status juara umum di Lomba Tembak Brunei International Skill Arms Meet (BISAM) ke-11 tahun 2015. Dalam ajang yang diikuti 16 negara peserta tersebut, TNI mampu menyabet total 34 medali.

Medali-medali itu terdiri dari individu meraih 20 emas, 9 perak, dan 5 perunggu.

BISAM ke-11 diselenggarakan pada 15 Januari hingga 2 Februari 2015. Diikuti oleh Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, China, Oman, Singapura, Australia, United Kingdom. Lalu Vietnam, New Zaeland, Amerika Serikat, Filipina, Laos, Thailand, Kamboja, dan Pakistan.

Kontingen TNI dipimpin Komandan Kontingen Kolonel Arm Budi Suwanto berjumlah 35 orang. Mereka meliputi 13 official, 10 atlet petembak senapan, 6 atlet petembak SO/GPMG, dan 6 atlet petembak pistol.

- Perbaiki Jalan di Afrika


September 2015, prajurit TNI ikut memperbaiki jalan sepanjang 1.500 meter di Afrika Tengah. Jalan yang diperbaiki itu menghubungkan Kampung Ngonggono dan Area Super Camp Minusca menuju Bandara Internasional Bangui-M’poko, ibukota negara Republik Afrika Tengah.

Akses jalan Bandara Internasional Bangui-M’poko mengalami rusak parah dan berlubang. Setiap hujan turun banyak terdapat genangan air di sana.

Kondisi itu pun berpengaruh terhadap arus lalu lintas sekitar menuju jalur-jalur penting, terutama jalur menuju Bandara M’Poko yang hanya memiliki satu jalur yaitu A’Venue d’Martys.

Para prajurit itu tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic).

- Sisir 6 Ton Peledak di Afrika

Pada 6 Juli 2015 satu tim penjinak bahan peledak Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-A/Minusca tengah melakukan pendeteksian di sebuah perkampungan yang terletak di Camp Beal, Bangui, Afrika Tengah.

Ini merupakan salah satu cara TNI membantu menyukseskan pemilu di Afrika Tengah. Bahan peledak aktif merupakan ancaman di negeri yang masih sarat akan pertikaian bersenjata tersebut.

Hasilnya, tim berhasil mengevakuasi 6 ton bahan peledak aktif.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Perwira Seksi Operasi Lettu Czi M Iqbal bersama beberapa personel United Nation Mine Action Service, salah satu badan PBB yang mengurusi persoalan bahan peledak, dan ranjau di negara-negara konflik.

Maka tak heran jika Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan Penghargaan Medali PBB kepada 200 TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Afrika Tengah tersebut.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA