Wednesday, 21 Oct 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Untuk Naikkan Elektabilitasnya, Prabowo "Numpang" Novel Baswedan

Indah Pratiwi Budi - 30/03/2019 19:30

FOKUS : Prabowo

Beritacenter.COM - LSI Denny JA merilis survei terbaru soal elektabilitas pasangan capres-cawapres 2019 pasca-Reuni 212. Hasilnya, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno justru turun meski Joko Widodo-Ma’ruf Amin cenderung stagnan.

Survei digelar LSI Denny JA seusai pelaksanaan Reuni 212, Minggu (2/12), tepatnya pada 5-12 Desember 2018. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang. Margin of error survei ini sebesar 2,8 persen.

Dari rilis survei LSI Denny JA hari ini, Rabu (19/12/2018), diketahui adanya peningkatan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pada November lalu, perolehan pasangan nomor urut 01 itu sebesar 53,2 persen, tapi hasil terbaru survei LSI Denny JA diketahui elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 54,2 persen.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga mengalami penurunan dari 31,2 persen menjadi 30,6 persen pasca-Reuni 212. Berdasarkan hasil survei terbaru ini, Jokowi masih unggul atas Prabowo dengan perbedaan di atas 20 persen.

Kubu Prabowo-Sandiaga mengklaim terus mengalami peningkatan elektabilitas dari survei internal mereka. Sandiaga menyebut perolehan elektabilitas pasangan nomor urut 02 tersebut sudah di atas 40 persen.

“Hasil survei internal sudah kami analisis. Hasilnya menunjukkan kinerja yang baik. Setiap bulan kita lakukan survei internal. Saat ini hasilnya menunjukkan di atas angka 40 persen,” kata Sandi setelah meresmikan rumah juang pemenangan Prabowo-Sandi di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).

Berikut hasil survei LSI Denny JA usai Reuni 212:

Jokowi-Ma’ruf Amin: 54,2%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 30,6%
Rahasia/tidak menjawab: 15,2%

Kasus Novel Baswedan

Untuk menaikan elektabilitas Prabowo-Sandi mereka menggunakan isu-isu yang di nilai centeral, salah satunya kasus yang dialami penyidik senior Novel Baswedan.

Isu Novel Baswedan mantan polisi berpangkat Kompol ini pernah dapat serangan air keras di rumahnya, dan isu ini mulai digoreng Prabowo Subianto untuk menjatuhkan pemerintah Joko Widodo.

Dalam semua media sosial dikatakan jika Prabowo terpilih dalam 100 hari dia akan mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA