Sunday, 26 May 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

"Gak Tahu Diri" Si Ratu Hoaks Ini Sebut Dirinya "Saya Cantik Dari Lahir"

Indah Pratiwi Budi - 28/03/2019 13:58

FOKUS : Ratu Hoaks

Beritacenter.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan sejumlah saksi dari pihak Rumah Sakit Kecantikan Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, dalam kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet. Salah satunya adalah Sidik Setiamihardja, dokter yang melakukan operasi plastik terhadap Ratna.

Dalam keterangannya di persidangan kasus berita bohong ini, Sidik menjelaskan alasan Ratna melakukan operasi. Ia mengatakan operasi itu dilakukan untuk mempercantik diri Ratna.

"Tujuannya murni biar cantik jadi pasien dirawat sampai tiga hari (21-24) dan tidak memberikan pesan yang lain dari yang saya kerjakan," ujar Sidik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Sidik juga mengaku pernah beberapa kali menangani Ratna sejak tahun 2013. Terakhir kali, kata Sidik, ia menangani Ratna pada 21 September 2018, atau tepatnya saat Ratna melakukan operasi.

Ratna pun angkat bicara soal pernyataan Sidik bahwa dia mempercantik diri. Dia menjelaskan bahwa tujuannya operasi itu bukan untuk mempercantik diri.

Baca Juga :

Prosedur operasi itu, kata Ratna, hanya untuk mengencangkan wajah (face lift) dan menyedot lemak.

"Terus mengenai mempercantik, saya rasa saya cantik dari lahir. Jadi yang dilakukan adalah face lift dan sedot lemak. Jadi tidak ada memotong hidung memotong dagu," ucapnya.

Ia pun mengkonfirmasi pernyataan Sidik yang menyebut bahwa dirinya sudah melakukan operasi beberapa kali di Rumah Sakit Bina Estetika.

Sidik, kata Ratna, sudah menjadi dokternya sejak ibu dari Aktris Atiqah Hasiholan itu berusia 65 tahun.

"Keterangannya (Sidik) benar. Beliau dokter saya sejak umur 65," kata Ratna.

Dalam kasus ini, JPU mendakwa Ratna dengan Pasal 14 ayat 1 UU Peraturan Hukum Pidana karena dianggap telah menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran.

Dakwaan kedua yakni pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

JPU menilai Ratna telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar SARA.

Ratna sebelumnya mengaku dianiaya hingga mengalami luka lebam di bagian muka. Belakangan terungkap lebam di mukanya akibat operasi plastik, bukan penganiayaan.




Berita Lainnya

Ling Fat Bandar Pil Koplo Berhasil Diciduk Polisi

25/05/2019 15:54 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA