Friday, 06 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Pelaku Penyebar Video Ma'ruf Berkostum Sinterklas Terancam Hukuman 5 Tahun Bui

Aisyah Isyana - 27/03/2019 18:47

Beritacenter.COM - Tgk Safwan, pelaku penyebar video Ma'ruf Amin berkostum sinterklas mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe. Salah satu pengajar pesantren di Aceh Utara itu terancam dijerat 5 tahun penjara.

"Terhadap terdakwa dijerat dengan dakwaan alternatif. Dakwaan pertama yakni melanggar Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 UU No 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata JPU Kejari Lhokseumawe, Fakhrillah usai persidangan, Rabu (27/3/2019).

Sementara kedua, jelas Fakhrillah, didakwa melanggar Pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan juga dakwaan terakhir yaitu Pasal 14 ayat (1) UU No 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Terdakwa, terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Menurutnya, dakwaan itu diberikan atas dasar fakta-fakta didalam berkas perkaranya. Dia mengatakan, pihaknya mendapat bukti-bukti, keterangan saksi dan pengakuan dari terdakwa sendiri prihal perbuatannya.

"Dalam berkas perkaranya, terdakwa dalam faktanya telah mengedit atau memanipulasi informasi elektronik dengan tujuan seolah- olah itu benar," sebut Fakhrillah.

Penassehat Hukum terdakwa, Kasibun Daulay, mengajukan eksepsi atas dakwaan yang telah dibacakan. "Menurut kami, ada tiga dakwaan yang disampaikan JPU itu rancu dan kabur bahkan JPU sendiri tidak yakin terhadap apa yang disampaikan tersebut," kata Daulay.

Menurutnya, pada sidang berikutnya nanti pihaknya akan membacakan eksepsi atas dakwaan yang dilayangkan JPU terhadap kliennya. "Kami akan sampaikan pada sidang berikutnya," sebut Daulay.

Sidang kasus ini dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Estiono didampingi, hakim anggota Azhari dan Sulaiman. Sementara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Fakhrillah dan Al Muhajir. Sidang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan kerabat terdakwa.

Sementara kasus ini sendiri bermula dari beredarnya video Ma'ruf Amin mengenakan kostum sinterklas saat mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru. Video itu sekeitka viral tersebar melalui WhasApp dan media sosial.

Video itu merupakan hasil editan dari video Ma'ruf Amin saat mengucapkan selamat Natal yang juga sempat beredar di media sosial. Namun, dalam video aslinya, Ma'ruf mengenakan baju khasnya, yakni kemeja putih dipadukan jas hitam, serban putih dan peci.

Setelah video itu viral beredar di jagat medsos, polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap Safwan. Dia diduga kuat menjadi pelaku yang berperan menyebarkan video itu ke publik.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA