Thursday, 20 Jun 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Haramkan Golput, MUI: Memilih Pemimpin Itu Wajib Hukumnya

Lukman Salasi - 26/03/2019 12:58

BeritaCenter.com - Jelang Pemilu 2019 Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan kepada masyarakat bahwa memilih pemimpin itu wajib hukumnya. Maka dari itu, MUI mengharamkan sikap golput.

"Pilihlah wakil-wakil (di pemilu) yang memenuhi syarat, itu wajib hukumnya. Memilih hukumnya wajib, golput hukumnya haram," ujar Sekum MUI DIY, KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat, Selasa (26/3/2019).

Menurut KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat yang akrab disapa Muhsin itu menjelaskan bahwa fatwa haram golput merupakan hasil ijtima' ulama di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, 2014 lalu. Fatwa ini masih berlaku.

Dalam fatwa itu disebutkan ada empat syarat yang harus dimiliki calon pemimpin. Jika salah satu dari keempat syarat itu terpenuhi, maka menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk memilihnya.

Keempat syarat yang dimaksud yakni siddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (aspiratif dan komunikatif), dan fatonah (cerdas atau memiliki kemampuan). Selain keempat syarat itu pimpinan juga harus beriman dan bertakwa.

"Kan mereka (masyarakat) bisa melihat siapa 01, 02, kualitasnya semua ada. Tinggal pilih saja mana yang (terbaik). Saya kira dari 01 dan 02 empat persyaratan itu meskipun tingkatannya beda-beda tapi pasti ada," ungkapnya.

"Nggak benar (sikap golput), menurut saya (golput) nggak benar. Pokoknya bagaimana pun pasti ada calon yang memenuhi (syarat) meski tidak seluruhnya empat harus ada, ada dua, satu, ya harus dipilih lah," pungkas Muhsin.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA