Tuesday, 18 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

TKN: OK OCE Gagal di Jakarta Mau ke Level Nasional, Bencana Lokal Jadi Bencana Nasional

Aisyah Isyana - 25/03/2019 18:31

Beritacenter.COM - Rencana cawapres Sandiaga Uno membawa program OK OCE ke level nasional mendapat kritkan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. TKN menilai, program itu sudah gagal di DKI Jakarta dan akan jadi bencana jika dibawa ke nasional.

"OK OCE gagal di Jakarta sekarang akan direplikasi ke level nasional, sama saja dengan bencana lokal menjadi bencana nasional.," kata Wakil Sekretaris TKN, Raja Juli Antoni kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

"Dari target 40.000 pengusaha per tahun dari program OK OCE di Jakarta, hanya 1.000 orang (2,5 persen) yang mengurus izin usaha dan 150 orang (0,38 persen) yang mendapat modal," jelasnya.

Pria yang karib disapa Toni ini juga menyoroti angka-angka mengenai OK OCE yang disampaikan Sandiaga. Toni lantas merujuk angka yang disampaikan BPS DKI Jakarta periode Februari 2018.

"Tapi aneh, Sandi rupanya tanpa rasa bersalah menyampaikan ke warga Sragen keunggulan OK OCE yang katanya belum genap dua tahun 90.000 orang sudah menjadi pegiat OK OCE. Sandi rupanya bohong. Program OK OCE sebenarnya sudah pernah disampaikan Sandi ketiga debat pilpres ketiga. Saat itu, Sandi menyebutkan bahwa Program OK OCE telah menurunkan angka pengangguran 20.000 penganggur di DKI Jakarta," sebut dia.

"Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, pada Februari 2018 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta sebesar 5,34%. Angkatan kerja pada Februari 2018 berkurang sebanyak 0,60% jika dibandingkan dengan Februari 2017," imbuh Toni

Pada periode Agustus 2018, Toni menyebut OK OCE tidak menurunkan tingkat pengangguran di Jakarta. Oleh karenanya, Toni menyebut Sandi berdusta soal menurunkan pengangguran.

"Namun, pada Agustus 2018 atau enam bulan berikutnya setelah OK OCE dijalankan, tingkat pengangguran di DKI Jakarta meningkat menjadi 6,24%. Ini artinya Sandi berbohong karena ketika program OK OCE berjalan, angka pengangguran malah meningkat," sebut Toni.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA