Friday, 23 Aug 2019
Temukan Kami di :
Opini

Membongkar Kebohongan Prabowo di Kampanye Akbar Jadi Bukti Perjuangannya Bukan Untuk Rakyat

Anas Baidowi - 25/03/2019 07:49

Capres Prabowo Subianto dihadapan para pendukungnya berseru-seru meminta pendukung tak menghina orang lain di Pilpres 2019 yang kontestasinya tengah berlangsung sekrang ini.

"Perjuangan kita adalah untuk rakyat. Perjuangan kita adalah untuk kepentingan seluruh bangsa, jadi jangan, saya minta jangan kita mengejek orang lain. Jangan sekali-sekali kita menghina siapapun ya," ujar Prabowo kepada pendukungnya saat kampanye akbar di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019).

Namun sangat miris, kebiasaan Prabowo kembali muncul secara tiba-tiba ditempat yang sama dengan melanggar janji mengingkari ucapannya sendiri, dalam waktu yang benar-benar amat singkat. Seakan-akan ludah Prabowo saja belum lagi kering bibir Prabowo belum lagi mengatup usai mengucapkannya, namun langsung diingkari dengan amat tak malu-malu lagi.

Baca Juga: MRT Berkat Jokowi, Rakyat DKI Semakin Merdeka

Alih-alih memberi teladan yang baik serta utama dalam pelaksanaan kata-kata, Prabowo justru langsung melakukan tindakan yang mencerminkan pengingkaran dari ucapan dahsyat hebatnya itu sendiri, dengan cara khas yang memang menjadi ciri dirinya.

"Rakyat sudah capek dengan pencitraan, sudah capek dengan lembaga survei yang akal-akalan yang banyak bohong," ujar Prabowo di kampanye akbar, di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019).

"Sesuai pesanan, habis itu udah dibayar oleh kelompok ini dia kelompok yang satunya lagi minta bayaran lagi," sambung dia.

"Ini sudah kuno. Saya kasih nasihat ya ke adik-adik yang di lembaga survei itu kuno, kerjaanmu kuno. Lama-lama kau tidak punya pekerjaan lho karena rakyat nggak percaya dengan kamu punya pekerjaan itu alias banyak bohongnya," tutur Prabowo.

“Rakyat saat ini sudah semakin pintar sehingga tidak bisa dibohongi lagi. Apa yang diinginkan rakyat adalah sebuah perubahan. "Rakyat ingin perubahan," katanya.

Baca Juga: Inilah 4 Isu Hoaks Lawan Politik Untuk Serang Jokowi

Kejadian tersebut semakin mempertebal dugaan, bahwa segala yang diucapkan oleh Prabowo dalam berbagai kesempatan kampanye yang dilakukan dirinya tersebut, memang sejatinya tak lebih dari sekedar kebohongan belaka. Hanya berupa kedustaan yang dikumpulkan lalu ditebar ke khalayak ramai, hanya demi makhluk bernama: Elektabilitas. Hanya untuk memincut suara pemilih dari rakyat.

Dan perkataan Prabowo yang diucapkan dalam satu tarikan napas tersebut langsung dicurigai kebenarannya.

Sebab dalam kalimat tersebut, Prabowo mengatakan agar jangan mengejek orang lain dan jangan sekali-kali menghina siapapun juga karena perjuangan yang dilakukannya adalah untuk rakyat serta untuk kepentingan seluruh bangsa.

Fakta yang kemudian terjadi sekejap sesudahnya, Prabowo langsung tancap gas hajar boleh hantam kromo kembali mengejek serta menghina orang lain, yang dalam konteks tersebut adalah ‘adik-adik yang di lembaga survei’.

Bisa saja, ucapan Prabowo tersebut ditujukan kepada pihak lembaga survey yang pada pemilu lalu sukses membuat dirinya sujud syukur walau ternyata kalah telak serta gagal menjadi presiden.

Namun terlepas dari teknis kenyataan yang data serta faktanya tak bisa dibantah kebenarannya itu, kenyataan tersebut langsung menimbulkan praduga yang amat tajam aroma kebusukannya.

Premisnya sederhana saja. Yaitu prabowo melarang mengejek orang lain dan menghina siapapun karena perjuangan yang dilakukannya adalah untuk rakyat serta untuk kepentingan seluruh bangsa.

Dan ketika sesaat kemudian Prabowo sendiri yang mengejek serta menghina orang lain, langsung memberi kesimpulan bahwa perjuangan yang dilakukannya adalah bukan untuk rakyat serta bukan untuk kepentingan seluruh bangsa.

Jadi teringat pidato Prabowo yang disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam acara "The World in 2019 Gala Dinner" di Hotel Grand Hyatt Singapura, belum lama berselang.

"Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat," ujarnya.

"Para elite mereka berpikir bisa membeli semuanya. Rakyat Indonesia miskin maka kita berikan saja beberapa karung nasi dan mereka akan memilih saya, saya akan membeli atau menyuap semua orang," katanya.

Segitunya Prabowo menghina rakyat, dengan menganggap rakyat bisa dibeli hanya dengan bayaran yang serendah itu.

Lantas, dimana perjuangan untuk rakyatnya? Yang mana perjuangan untuk kepentingan seluruh bangsanya?

Benar-benar amat menyakitkan hati setiap warga negeri ini.




Berita Lainnya

Wujudkan Perdamaian di Papua, Kita Adalah Indonesia

23/08/2019 19:50 - Indah Pratiwi Budi

Freeport Dan Ketegangan Papua

22/08/2019 21:54 - Indah Pratiwi Budi

Ternyata Jokowi Orang Papua

22/08/2019 19:30 - Indah Pratiwi Budi

Indonesia di Tengah Pusaran Konflik Antarumat Beragama

21/08/2019 21:30 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA