Monday, 17 Jun 2019
Temukan Kami di :
Opini

Membongkar Jejak Kebohongan Sandiaga Uno

Anas Baidowi - 24/03/2019 19:14

BUKAN Sandiaga Uno kalau tidak membuat sandiwara dan drama. Dalam debat cawapres beberapa hari lalu setidaknya ada empat kebohongan yang dia lakukan.

PERTAMA tentang Ibu Lies dari Sragen yang tidak mendapatkan pelayanan BPJS. Ternyata setelah ditelusuri oleh Tim BPJS nama aslinya adalah Ibu Nies dan menurut pengakuan Ibu Nies pernyataan Sandiaga Uno tidak benar. Beliau ternyata sudah dapat mendapat pelayanan dan fasilitas kesehatan dengan menggunakan akses BPJS selama 7 bulan ini.

KEDUA tentang jutaan tenaga kerja asing (TKA) khususnya dari China yang bekerja di Indonesia yang dikatakan Sandiaga mengancam tenaga kerja lokal. Ternyata menurut data resmi yang juga telah disampaikan oleh Kyai Ma'ruf Amin keberadaan TKA di Indonesia hanya 0,01% dari tenaga kerja yang ada. Dan ini merupakan yang terendah di dunia.

KETIGA Sandiaga mengatakan telah meninjau 1.500 titik selama 7 bulan. Setelah kita hitung detail kronologi waktu ternyata statemen Sandi itu lebih dominan manipulasi data dan fakta.

KEEMPAT Sandiaga mengatakan program OK-OC di Jakarta telah sukses bahkan bisa menurunkan angka pengangguran di Jakarta. Untuk itu dia akan mengangkat program OK-OC ke tingkat Nasional. Kenyataannya program itu gagal total di Jakarta. Dari puluhan ribu pendaftar ternyata hanya beberapa puluh yang disetujui. Itupun tidak sesuai janji awalnya. Tidak ada bantuan modal. Kalau pun ada fasilitas kredit tapi bunganya besar 13%/tahun. Dan kenyataanya lagi banyak super market OK-OC yang bangkrut dan tutup. Masalah mengurangi pengangguran pun dibantah oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta.

Masih banyak kebohongan lain yang dilakukan oleh Sandiaga. Diantaranya tempe setipis ATM, harga makan siang di Jakarta yang lebih mahal dibandingkan Singapura, semua harga bahan pokok naik tajam dan uang Rp 100 ribu hanya bisa beli cabe dan beberapa bahan saja. Semua pernyataannya ternyata hanya bohong. Dan kebohongan Sandiaga kena batunya saat di Aceh, saat dia mengatakan pasar tradisional sepi pengunjung, langsung dibantah oleh para pedagang pasar setempat.

Selain kebohongan, Sandiaga juga piawai membuat sandiwara. Sandiwara penolakan kedatangannya di suatu pasar, sandiwara korban banjir bandang di Sulsel dan drama perempuan nangis-nangis minta foto bareng. Ini ternyata hanya sandiwara belaka. Semua hanya rekayasa belaka. Memalukan !!!

Rekam jejak kebohongan Sandiaga juga telah lama terjadi. Setidaknya saat kampanye Pilgub DKI Jakarta. Dia berjanji akan membuat program pemilikan rumah DP 0 rupiah. Kenyataan ? Program tersebut hampir 2 tahun tidak ada realisasinya.

Saya tidak tahu mengapa Sandiaga mudah sekali melakukan kebohongan di muka publik. Jiwa ambisiusnya yang meluap-luap, mungkin membuat dia tidak terkendali. Seharusnya Sandiaga bisa melakukan hal-hal positif bukan HOAX yaitu dengan menawarkan program yang visioner kepada rakyat. Sandiaga mempunyai modal kuat melakukan hal itu sebenarnya.

Kebohongan, manipulasi data dan fakta serta sandiwara yang dilakukan oleh seorang yang sedang menjajakan dirinya menjadi seorang pemimpin bangsa adalah tragedi demokrasi yang mencederai akal sehat dan kepercayaan rakyat. Dan ini harus kita lawan dengan keras. Jangan sampai orang-orang dengan tipikal seperti ini menjadi pemimpin Indonesia. Jangan kita pertaruhkan nasib bangsa dan masa depan Indonesia kepada orang yang punya karakter pembohong dan manipulator.

Mudah-mudahan tulisan ini tidak diadukan Sandiaga ke Ibundanya ya. Dan saya juga berharap mudah-mudahan Ibunda Sandiaga tidak emosional seperti biasanya. Karena tulisan ini hanya menyadarkan semua pihak bahwa saat ini realitanya Sandiaga Uno belum pantas memegang tampuk kekuasaan negara.

Tapi masih banyak waktu untuk Sandiaga di masa yang akan datang. Buktikan dulu dengan karya nyata yang bisa dirasakan oleh rakyat. Melalui perusahaannya, partainya atau organisasi sosial lainnya. Dan tidak lagi terlalu sering bersandiwara dan bermain drama !!!


Rudi S Kamri

 

 




Berita Lainnya

Gugatan Prabowo ke MK, Sia-siakah?

17/06/2019 07:02 - Indah Pratiwi Budi

ADA "TALIBAN" DI DALAM KPK ?

13/06/2019 09:42 - Sukrina
Kemukakan Pendapat


BOLA