Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

PSI Bicara Ketegasan Sikap Tak Berpoligami soal Aksi Mahasiswi Lamar Sandiaga

Dengan tidak dijawabnya pertanyaan mbak Tiffani, artinya Pak Sandi tidak punya ketegasan sikap soal poligami

Aisyah Isyana - 24/03/2019 10:23

Beritacenter.COM - Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan aksi Vincentia Tiffani (20), seorang mahasiswi di Sleman yang mendadak mengajukan lamaran untuk menjadi istri kedua Sandiaga Uno. Partai Soldaritas Indonesia (PSI) menilai Sandi tak tegas soal poligami, lantaran tak memberi jawaban yang jelas.

"Dengan tidak dijawabnya pertanyaan mbak Tiffani, artinya Pak Sandi tidak punya ketegasan sikap soal poligami," kata juru bicara PSI, Rian Ernest, saat dihubungi, Sabtu (23/3/2019).

Baca juga :

"Sebuah studi di American University of Sharjah menyimpulkan bahwa poligami membuat perempuan menderita akibat merasa terabaikan dan cemburu. Perempuan menjadi sering mengalami emosi negatif. Mulai dari depresi, marah dan mengamuk, bahkan berbuah penyakit," sambungnya.

Influencer Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu juga mempertanyakan sikap Sandiaga soal kesetaraan gender. Ernest meniulai, Sandiaga selama ini hanya menjadikan kaum wanita sebagai komoditi politik.

"Kita juga mencatat Pak Sandi sering menjadikan emak-emak sebagai gimik politik dan bahkan terakhir, meminta perempuan sebagai penyiap makanan dapur umum di hari H pemilu. Ini bisa mengindikasi bahwa perempuan bisa jadi hanya dijadikan komoditi politik, dan menjadi tanda tanya besar soal sudut pandang Pak Sandi dalam kesetaraan gender," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Tiffani melontarkan lamaran dadakan itu saat menghadiri acara peluncuran Rumah Siap Kerja dan Pelatihan OK OCE di warung kopi Cengkir Heritage Resto and Coffee di Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/3).

"Boleh nggak Pak saya jadi istri kedua bapak. Tapi dijawab ya Pak ya, bener, demi saya Pak. Terus kalau bisa sama alasannya ya Pak ya," kata Tiffani setelah bertanya tentang UMKM.

Sandi yang mendapat pertanyaan itu memilih bungkam dan enggan menjawab. "Gimana ibu-ibu? Dari pada nanti pulang dipukul sama Mak Nur (Nur Asia, istri Sandi), tiba-tiba disuruh dikunciin nggak boleh masuk lagi ke rumah, dipukul pake gagang sapu," ucap Sandi.

"Tiffani terima kasih pertanyaannya, yang kedua lebih baik tidak dijawab, karena kalau dijawab nanti akan bermasalah selama paling tidak lima tahun ke depan. Tapi pertanyaan pertamanya (soal UMKM jamu) sangat relevan," sambung Sandi.




Berita Lainnya

Polisi Minta Warga Tak Demo saat Putusan MK

25/06/2019 23:20 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA