Thursday, 18 Apr 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Penggiat Logika "Bongkar" Ada Cacat Logika Di Survey Litbang Kompas

Indah Pratiwi Budi - 21/03/2019 15:15

Beritacenter.COM - Tadi pagi saya tiba apa yang ditunggu kabar dari teman hari sebelumnya Kompas akan rilis hasil survey. Pesan di grup WA masuk hasil-hasil riset Litbang Kompas jarak elektabilitas makin dekat. 01 49,2% dan 02 37,4% dengan belum menentukan 13,4%. 01 di bawah 50%.

Di Kompas hasil Maret dibandingkan dengan hasil Oktober. 01 52,6% dan 02 32,7% dengan tidak menentukan 14,7. Selisih menipis dari 19,9% menjadi 11,8% selisih turun 8,1%. 01 Turun 3,4% 02 Naik 4,7% tidak menentukan turun 1,3%. 3,4%+1,3%=4,7%.

Pertanyaan bermula apakah sample Oktober dan Maret sama? Sebab Pergeseran sangat presisi dan otomatis dari turunnya 01 dan Tidak menentukan langsung jadi kenaikan elektabilitas 02. Apa benar seperti itu? Bisa saja gak pilih 01 dia menjadi tidak menentukan pilihan. 1,3% yang menentukan di Maret juga bisa saja pilih 01.

Baca Juga :

Rasanya data ini perlu dibuka Litbang Kompas. Ekstrapolasi hukumnya terdistribusi proporsional kenapa pindah semua ke 02? Logikanya jika presisi berkorelasi maka sampelnya harus sama. Saya liat koran Kompas survey Litbang Kompas samplenya ternyata beda Oktober sama Maret. Maret 1200 menjadi Oktober 2000. 300 menjadi 500 desa.

Kenapa gak jumlah sample sama aja yah supaya tau penurunan karena perpindahan pilihan secara otomatis. Sample sama supaya gak bias gak lagi pilih 01 langsung pindah ke 02. Survey Maret itu angka presisi langsung pindah. 01 turun 3,4%+ rahasia turun 1,3% = 4,7% kenaikan 02.

Rasa janggal turun 01 dan rahasia otomatis pindah 02 sample yang beda. Terasa ada pencocokan korelasi secara presisi Oktober dan Maret dengan sample yang beda. Lebih terpercaya kalau terpisah satu sama lain prosentasenya.

Surya Fermana (Penggiat Logika)




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA