Friday, 23 Aug 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Ma'ruf Amin Membungkam Mulut Besar "Sandiaga Uno" Dengan 5 Istilah Asing Ini Saat Debat...

Indah Pratiwi Budi - 21/03/2019 12:35

Beritacenter.COM - Perkembangan startup dan teknologi digital di Indonesia turut disinggung cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin saat melakukan debat dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Minggu (17/3) malam.

Ma’ruf Amin mengatakan bahwa sudah banyak startup alias perusahaan rintisan teknologi muncul di Indonesia. Bahkan tidak lama lagi, kata dia, akan muncul decacorn dari Tanah Air.

Dalam sesi debat Ma’ruf banyak menggunakan istilah asing yang terasa asing ditelinga publik. Istilah asing inilah yang membuat lawan debatnya Sandiaga Uno, terlihat bingung didepan rakyat seluruh Indonesia.

Inilah bukti Sang Kiai lebih pintar menguasai masalah yang ada di negeri ini. Inilah 5 Istilah Asing yang membuat Sandi bingung :

1. Decacorn

Setelah tahap unicorn, startup yang terus meraup keuntungan dan suntikan dana dari investor bakal bertransformasi menjadi decacorn. Disebut deca sebagai gambaran bahwa perusahaan ini sepuluh (deca) kali lebih besar dari unicorn, yaitu dengan valuasi sebesar USD 10 miliar.

Diprediksi start up lokal yang akan menjadi decacorn adalah Go-Jek. Pada awal Januari lalu, media TechCrunch mengutip sumber terkait menyebutkan bahwa valuasi Go-Jek akan bernilai USD 9,5 miliar dengan menghitung seri pendanaan terakhirnya. Pendanaan terbaru itu berasal dari nama tenar yaitu Google, Tencent serta JD.com, melengkapi dana miliaran dolar yag telah digaet Go-Jek.

Di Asia Tenggara sendiri juga sudah lahir sebuah perusahaan decacorn yaitu Grab yang saat ini memiliki valuasi USD 11 miliar.

2. Cyber University

Di era yang serba digital sekarang ini dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi berlomba-lomba menjadikan kampus berbasis teknologi. Sudah banyak perguruan tinggi di Indonesia yang mewujudkannya.

Cyber Campus atau Cyber University merupakan bentuk upaya untuk menjadikan perguruan tinggi berbasis teknologi informasi, usaha tersebut diterapkan di semua lini, mulai dari sistem pembelajaran, kurikulum, pelayanan, fasilitas, maupun sarana dan prasarana lainnya, itu semua dikembangkan dengan berbasis teknologi.

Baca Juga :

Menristekdikti Mohamad Nasir menegaskan cyber university harus diterapkan guna menghadapi era revolusi industri 4.0 yang tidak bisa dihindari.

Tak cuma pembelajaran yang dilakukan secara online, cyber university juga akan menerapkan laboratorium virtual.

“Namun praktik lapangan tetap ada. Nanti tergantung program studi yang bersangkutan. Ini di dunia juga sudah begitu,” tuturnya.

3. Blockchain

Blockchain adalah sistem yang tidak menggunakan pihak ketiga. Intinya, catatan transaksi-transaksi yang sudah terjadi, disimpan oleh banyak komputer yang tersebar di jaringan itu sendiri. Jadi, akan lebih sulit untuk melakukan hack sistem ratusan bahkan ribuan komputer, dan kemungkinannya kecil untuk semua komputer dapat mengalami gangguan di waktu yang bersamaan.

Sementara itu, Co founder Block Tech Steven Suhadi menerangkan bahwa blockchain tak ubahnya seperti system Android di mana aplikasi berjalan dengan system tersebut. Bitcoin bisa dibilang hanya satu aplikasi dari system blockchain.

Di masa depan, Steven memprediksi bahwa teknologi ini akan menjadi penganggu dari teknologi yang sekarang mendisrupsi teknologi lama. Sebab, teknologi ini menjanjikan efisiensi dan dampak positif.

“Blockchain membawa dampak yang positif untuk Indonesia berkat transparansi dan efisiensi yang disebabkannya. Saya kira banyak fragmentasi di Indonesia yang bisa diatasi dengan blockchain,” katanya.

4. Basic Capital

Perkembangan yang begitu masif pada bisnis-bisnis startup membuat kita juga perlu belajar dan mengenal bagaimana pengelolaan pendanaan mereka, khususnya terkait dengan pendirian sebuah entitas perusahaan. Kesuksesan perkembangan bisnis startup tidak lepas dari pendanaan investor. Umumnya, pendanaan akan digunakan sebagai modal untuk pengembangan teknologi.

Basic capital atau Modal Dasar merupakan seluruh nilai nominal saham perusahaan yang disebut dalam Anggaran Dasar atau dokumen Akta Pendirian. Modal Dasar pada prinsipnya merupakan total jumlah saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan.

5. Maximize Utility

Dalam ekonomi mikro, masalah maksimisasi utilitas (maximize utility) adalah masalah yang dihadapi konsumen: “bagaimana saya harus menghabiskan uang saya untuk memaksimalkan utilitas saya?”

Ini adalah jenis masalah keputusan yang optimal. Maksimisasi utilitas digunakan untuk memilah berapa banyak dari setiap barang atau jasa yang tersedia untuk dikonsumsi, dengan mempertimbangkan kendala pada total pengeluaran serta harga barang.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA